PT Blue Bird Investasi Rp40 Miliar Tambah Armada Taksi Listrik dan Fasilitasnya

Sementara soal tarif e-taxi, Andre menjelaskan tidak ada perbedaan seperti taksi reguler.

PT Blue Bird Investasi Rp40 Miliar Tambah Armada Taksi Listrik dan Fasilitasnya
TRIBUNJAKARTA.COM/MUHAMMAD RIZKI HIDAYAT
Direktur PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, saat memberikan keterangan kepada Wartawan, di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktur PT Blue Bird Tbk, Andre Djokosoetono, mengatakan pihaknya telah menggelontorkan sekitar Rp40 miliar untuk mengadakan taksi listrik (e-taxi).

Andre, sapaannya, menyebut dari dana yang dikeluarkan ini sudah termasuk biaya infrastruktur dan 25 mobil e-taxi.

"Jadi, dana sekitar empat puluh miliar rupiah ini, untuk 25 unit e-taxi. Termasuk biaya pembangunan charging stationnya. Di kantor kita ada 14 unit charging system. Di Bandara Soekarno-Hatta ada satu," kata Andre, di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

Sementara soal tarif e-taxi, Andre menjelaskan tidak ada perbedaan seperti taksi reguler.

Melihat Armada Baru Taksi Listrik Blue Bird, Tarif Sekali Naik hingga Harga Tesla Model X 75D

"Tarifnya sama seperti reguler blue bird umumnya, normal. Cuma, listriknya memang murah, tapi harga mobilnya jauh lebih mahal," kata Andre.

Dia melanjutkan, pihak PT Blue Bird Tbk membeli semua 25 unit e-taxi tersebut.

"Kita juga pasang sendiri infrastrukturnya ada di kantor. Jadi kalau main ke kantor blue bird, di situ ada charging stastion fast charge," ucap Andre.

Jika e-taxi ini berjalan baik, kata Andre, pihaknya bakal bertahap mengganti armada taksi lama menjadi e-taxi.

"Kalau ini berhasil, konklusif, dan hasilnya tepat, kita akan luncurkan lagi tambahan. Tapi tidak semua langsung diganti tahun itu juga, kita bertahap pasti," ujar Andre.

"Karena, bagaimana pun juga ini kendaraan baru, teknologi baru, dan kapasitas dari network charging systemnya pun harus dipastikan seimbang. Jadi kita akan tetap bertahap," pungkasnya.

Dia pun berharap, agar produsen mobil listrik di dunia melirik Indonesia sebagai pasar mobil listrik terbesar pada tahun-tahun berikutnya.

"Harapannya kita ingin supaya produsen mobil listrik dunia ini melihat Indonesia sebagai pasar mobil listrik. Kalau itu terjadi, mereka akan berbondong-bondong datang ke sini dan memberikan pilihan yang lebih baik," imbuh Andre.

"Karena produsen mobil listrik yang besar-besar ini kebanyakan dari luar Indonesia dan semuanya setir kiri. Jadi kalau kita mau di sini, berarti mereka harus komitmen untuk setir kanan," pungkasnya.

Diketahui, jumlah armada taksi milik PT Blue Bird Tbk ini ada sekitar 27 ribu di seluruh Indonesia.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved