Antisipasi Tertular ISPA, Ini Etika saat Batuk

Untuk itu, wanita yang akrab disapa Yanda ini mengatakan bagi seorang yang menderita ISPA, ada baiknya untuk menggunakan masker.

Antisipasi Tertular ISPA, Ini Etika saat Batuk
readersdigest.ca via GridHealth
Ilustrasi batuk 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, MENTENG - Kepala Satuan Pelayanan (Kasubag) UKP Puskesmas Kecamatan Menteng, Yanda Nur Estuningputri, menyebut sekitar 2693 pasien datang berobat ke Puskesmas Kecamatan Menteng dan mengalami ISPA.

Hal ini dapat berdampak buruk jika calon penderitanya tidak bisa mengantisipasi Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA).

Untuk itu, wanita yang akrab disapa Yanda ini mengatakan bagi seorang yang menderita ISPA, ada baiknya untuk menggunakan masker.

Pun ketika batuk, kata Yanda, ada etikanya agar orang-orang sekitar penderita ISPA tidak tertular virus tersebut.

TribunJakarta.com pun telah menghimpun cara ihwal etika batuk yang baik dari Yanda.

1. Gunakan Masker

Mulai Bulan Januari Sampai Juni 2019 2.693 Penderita ISPA Berobat di Puskesmas Kecamatan Menteng

Masker dapat berfaedah untuk mengantisipasi penyebaran virus.

"Sebetulnya, yang benar itu si penderitanya yang harus memakai masker. Tapi, kalau untuk yang sehat, itu lebih baik ya kalau menggunakan masker juga," kata Yanda, di gedung Puskesmas Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).

2. Tutup Hidung dan Mulut Menggunakan Lengan

Saat batuk namun tidak ada masker, kata Yanda, maka dapat menggunakan lengan tangan untuk menutupi hidung dan mulut.

"Bisa juga menggunakan baju. Fungsinya sama, yaitu mengantisipasi penyebaran virus ISPA," ucap Yanda.

3. Menggunakan Tisu dan Saputangan

Cara ketiga, dapat menggunakan tisu atau saputangan untuk menutupi hidung dan mulut.

4. Segera Buang Tisu yang Sudah Digunakan

Setelah menggunakan tisu, kata Yanda, maka tisu tersebut harus segera dibuang ke tempat sampah.

5. Cuci Tangan

Yanda menegaskan, cuci tangan adalah cara yang paling utama untuk mengantisipasi ISPA.

"Mesti rajin-rajin cuci tangan kalau habis bepergian. Begitu juga kalau mau atau habis makan, atau menyentuh apapun, harus cuci tangan dengan sabun yang bersih," pungkas Yanda.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved