Berdiri di atas Tanah Milik Negara, 200 Bangunan Liar Ditertibkan Satpol PP Kota Depok

Oting juga mengatakan, lokasi bangunan liar yang ditertibkan tersebut nantinya akan digunakan untuk ruang terbuka hijau.

Berdiri di atas Tanah Milik Negara, 200 Bangunan Liar Ditertibkan Satpol PP Kota Depok
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Proses pembongkaran bangunan liar disepanjang jalan dikawasan Kali Licin, Cipayung, Kota Depok 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CIPAYUNG - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok siang ini menertibkan bangunan liar yang berdiri diatas tanah milik negara.

Bangunan yang ditertibkan terdiri dari bangunan permanen dan semi permanen, dan berdiri disepanjang jalan di kawasan Cipayung, Kota Depok

Tak tanggung-tanggung, satu unit alat berat berupa ekskavator juga diturunkan untuk meratakan bangunan liar tersebut yang melanggar peraturan daerah (Perda) Kota Depok lantaran berada dipinggir aliran Kali Licin.

Kabid Transmastibum Satpol PP Kota Depok Ahmad Oting mengatakan, pihaknya sudah memberikan peringatan sebanyak tiga kali kepada para pemilik bangunan liar yang mayoritas pedagang.

Namun, peringatan tersebut pun tidak direspon hingga akhirnya pihaknya memutuskan untuk membongkar bangunan liar tersebut.

"Kami menjalankan sesuai Perda serta atas laporan masyarakat, mereka ini melanggar karena selain berdiri diatas tanah milik Negara, mereka juga berjualan dipinggiran Kali Licin aliran Barat," ujar Oting dilokasi pembongkaran, Kamis (4/7/2019).

Oting juga mengatakan, lokasi bangunan liar yang ditertibkan tersebut nantinya akan digunakan untuk ruang terbuka hijau.

"Ini ranahnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), mereka rencananya akan menanam pohon-pohon disini agar masyarakat Cipayung bisa menghirup udara segar," kata Oting.

Meski tak ada perlawanan dari para pemilik bangunan liar, sempat ada seorang pedagang yang memprotes pembongkaran tersebut.

Ditanya Tetap Kenakan Sarung atau Tidak saat Jadi Wapres, Reaksi Spontan Maruf Amin Buat JK Ngakak

Habiskan Rp1,8 Triliun, Tak Cuma Revitalisasi, Anies Ubah Taman Ismail Marzuk Jadi Ekosistem Budaya

Sopir Taksi Online Ditemukan Tewas di Kramat Raya, Ini Penjelasan Kapolsek Senen

Namun, aksi protes tersebut pun dapat langsung diredam setelah pihak dari Satpol PP Kota Depok memberikan penjelasan.

Terakhir, Oting mengatakan total ada 200 bangunan liar yang dibongkar dalam penertiban tersebut.

"Ada 200 bangunan liar yang kami tertibkan, ini terdiri dari bangunan permanen dan semi permanen ya," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved