Berkaca Penjambretan Nenek di Tanjung Duren, Komnas PA Minta Masyarakat Tak Pakai Perhiasan Berlebih

Hal tersebut berkaca dari kasus penjambretan yang dialami Tjhay Moij (54) saat sedang menjemur cucunya berusia 9 bulan di samping rumahnya.

Berkaca Penjambretan Nenek di Tanjung Duren, Komnas PA Minta Masyarakat Tak Pakai Perhiasan Berlebih
TRIBUNJAKARTA.COM/ELGA HIKARI PUTRA
Polisi bersama KPAI dan Komnas PA saat menunjukan barang bukti dalam kasus jambret yang dialami seorang nenek di Tanjung Duren, Jakarta Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengingatkan agar masyarakat tidak memakai perhiasan berlebih, termasuk saat berada di lingkungan rumah.

Hal tersebut berkaca dari kasus penjambretan yang dialami Tjhay Moij (54) saat sedang menjemur cucunya berusia 9 bulan di samping rumahnya.

“Baik anak maupun orang dewasa janganlah memakai perhiasan yang berlebih karena ini mengundang orang berbuat jahat,” kata Arist di Markas Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (4/7/2019).

Komnas PA mencatat, dalam kurun waktu beberapa bulan ini sedikitnya ada enam kasus serupa terjadi.

Sejumlah anak telah menjadi korbannya, baik secara langsung maupun tidak.

Selain Eksekutor, Polisi Ringkus Tiga Penadah dalam Penjambretan Kalung Nenek di Tanjung Duren

“Kepada orang tua, mempercantik anak bukan melalui aksesoris, tapi pendampingan,” kata Arist.

Dalam kasus ini, Arist mengapresiasi langkah Polres Metro Jakarta Barat yang berhasil menangkap pelalu kurang dari 24 jam.

Adapun pelaku berhasil diamankan oleh polisi di kawasan Tangerang Selatan pada Kamis (4/7/2019) dini hari.

Hal senada disampaikan Komisioner Komis Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Putu Elvina.

Halaman
12
Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved