Berlangsung Sejak 2018, Kronologis Terungkapnya Aksi Cabul Ayah ke Anak Asuhnya di Bekasi

Setelah dicabuli berulang kali, korban kemudian hamil. Diusia kandungan tujuh bulan, korban melahirkan anak laki-laki di sebuah rumah sakit.

Berlangsung Sejak 2018, Kronologis Terungkapnya Aksi Cabul Ayah ke Anak Asuhnya di Bekasi
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Pelaku pencabulan bocah di bawah umur saat diamankan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota Komisaris Polisi Imron Ermawan mengatakan, aksi pencabulan yang dilakukan oleh seorang pria berinisial HS (71), terhadap gadis di bawah umur berinisial EPJD (15) anak asuhnya, sudah dilakukan sejak Desember 2019.

"Awalnya korban ini dititipkan oleh orangtuanya kepada korban sejak 2017, lalu pada Desember 2018 tindak pidana persetubuhan atau pencabulan mulai terjadi," kata Imron kepada wartawan di Mapolres Metro Bekasi Kota, Kamis (4/7/2019).

Modus yang dilakukan pertama pelaku meminta kepada korban untuk memijat tubuhnya. Namun lama kelamaan, pelaku justru bertindak senonoh dan menyetubuhi korban.

"HS ini mohon maaf, mengaku terangsa ketika dipijit oleh korban, kemudian terjadilah persetubuhan menurut pengakuan dia dicabuli atau disetubuhi satu minggu sekali atau dua kali secara berulang-ulang," jelas Imron.

Bapak Diduga Cabuli Anak Asuhnya di Bekasi, Begini Kesaksian Ketua RT Soal Keseharian Pelaku

Setelah dicabuli berulang kali, korban kemudian hamil. Diusia kandungan tujuh bulan, korban melahirkan anak laki-laki di sebuah rumah sakit pada, Minggu (30/6/2019).

"Melahirkan secara prematur bayi yang dikandungnya kemudian meninggal dunia," kata Imron.

HS lantas membawa jasad bayi laki-laki tersebut ke rumahnya di Perumahan Blue Safir, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

"Dia membawa pulang bayi itu untuk dikubur di rumahnya tanpa ada yang mengetahui, sementara ibunya masih di rawat di rumah sakit usai persalinan," ucap dia.

Keesokan harinya, Senin (1/7/2019), korban dipersilahkan pulang usai proses persalinan. Namun, ketika dibawa pulang ke rumah, EPJD justru memburuk dia dinyatakan meninggal dunia usai pendarahan pada bagian kelaminnya.

"Pada tanggal 2 Juli 2019, korban kemudian dibawa kembali ke rumah sakit karena pendarahan, sekitar jam 19.00 WIB korban akhirnya meninggal dunia," imbuhnya.

Warga yang mengetahui korban mengalami pendarahan lantas mulai curiga, sempat beberapa ada yang menanyakan langsung ke pelaku terkait penyebab meningggalnya EPJD. Tapi pelaku mengelak dan berdalih anak asuhnya tewas karena sakit.

"Karena curiga akhirnya warga lapor ke kami dan kami langsung melakukan penyelidikan baik ke rumah pelaku dan rumah sakit tempat korban rawat," jelas dia.

Bapak Diduga Hamili Anak Asuhnya yang Masih SMP di Bekasi

Setelah mengumpulkan bukti-bukti yang kuat, kami kemudian mengamankan pelaku pada, Rabu (3/7/2019) dini hari. Jasad korban lantas dibawa ke rumah sakit RS Polri Kramat Jati untuk diotopsi beserta jasad bayi yang tewas usai dilahirkan.

"Pelaku kita kenakan pasal, 82 juncto pasal 76E nomor 17 tahun 2016 dan pasal 81 juncto pasal 7D nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan ancaman paling singkat 5 tahun penjara," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved