Habiskan Rp1,8 Triliun, Tak Cuma Revitalisasi, Anies Ubah Taman Ismail Marzuk Jadi Ekosistem Budaya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai peletakan batu pertama renovasi TIM membagikan video rancangan bangunan baru TIM nantinya.

Habiskan Rp1,8 Triliun, Tak Cuma Revitalisasi, Anies Ubah Taman Ismail Marzuk Jadi Ekosistem Budaya
ISTIMEWA/Instagram @aniesbaswedan
Taman Ismail Marzuki (TIM) akan direnovasi Pemprov DKI Jakarta. 

Peran seni dan budaya, lanjutnya, sangat penting dalam kemajuan kota dan kebahagiaan warga.

Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk memfasilitasi proses memajukan budaya secara terus menerus.

Revitalisasi TIM adalah bentuk komitmen dan sumbang peran Pemprov DKI dalam mendukung kemajuan seni budaya daerah dan nasional.

"Ya, budaya bukan hanya untuk dilestarikan, tapi untuk terus digerakmajukan," imbuhnya.

Konsep revitalisasi kawasan TIM, akan dibangun dengan desain yang ramah lingkungan, ramah disabilitas, serta dengan desain optimalisasi ruang publik.
Konsep revitalisasi kawasan TIM, akan dibangun dengan desain yang ramah lingkungan, ramah disabilitas, serta dengan desain optimalisasi ruang publik. (TRIBUNJAKARTA.COM/PEBBY ADE LIANA)

Revitalisasi Taman Ismail Marzuki secara langsung dikerjakan oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta, yakni PT Jakarta Propertindo.

Sedangkan revitalisasi Taman Ismail Marzuki didesain oleh arsitek Andra Matin, pemenang sayembara rancangan TIM pada 2007 silam.

Dalam video yang turut diunggah Anies, sang arsitek, Andra Matin mengungkapkan, bangunan utama Taman Ismail Marzuki yang dibangun sejak tahun 1968 silam itu sangat baik.

Desain bangunan sangat ramah masyarakat dan sangat inklusif.

"Bangunan yang ada sebelumnya, di mana bangunan itu pertama kali dibuat pada tahun 1968 adalah bangunan yang menurut saya sangat baik. Karena, dia adalah bangunan yang humble, bangunan yang guyub. Bangunan yang terbuka, sangat inklusif," ungkap Andra.

Dirinya pun berharap lewat desain kawasan Taman Ismail Marzuki yang baru, kesan yang dirasakan Taman Ismail Marzuki ketika era Orde Baru itu tidak hilang.

"Di mana waktu zaman itu, para seniman itu sangat gampang bagi mereka, seperti nggak ada border (pembatas) gitu antara seniman dengan seniman, antara seniman dengan masyarakat, antara seniman muda dengan seniman tua, dan kami ingin nafas itu atau soul itu berulang kembali kepada TIM yang baru ini," tutupnya berharap. (Desy Selviany)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Rencana Revitalisasi Besar-besaran, Taman Ismail Marzuki Bakal Berubah Jadi Bangunan Asri

Editor: Wahyu Aji
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved