VIDEO Rumini Lapor Polisi Soal Dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 2

Didampingi LSM Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH), Rumini membuat laporan yang selanjutnya ditangani Unit Kriminal Khusus Polres Tangsel itu.

VIDEO Rumini Lapor Polisi Soal Dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 2
TRIBUNJAKARTA.COM/JAISY RAHMAN TOHIR
Rumini (44) dan jajaran Tangerang Public Transparancy Warch (TRUTH) di Mapolres Tangsel, Kamis (4/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, SERPONG- Kasus dugaan pungli di SDN Pondok Pucung 2, dilaporkan mantan guru honorernya, Rumini (44) ke Polres Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (4/7/2019).

Didampingi LSM Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH), Rumini membuat laporan yang selanjutnya ditangani Unit Kriminal Khusus Polres Tangsel itu.

"Terkait masalah pungli yang ada di SDN Pondok Pucung 2, yang seharusnya sudah dikover dana BOS dan BOSDA tapi masih dibebankan kepada orang tua," ujar Rumini di pelataran Mapolres Tangsel, Jalan Promoter, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel, Kamis (4/7/2019).

Rumini memaparkan poin laporan dugaan punglinya terkait uang komputer sampai biaya instalasi proyektor.

"Yaitu pungutan-pungutan yang bertahun-tahun terjadi di sekolah kami yaitu uanh kegiatan siswa Rp 130 ribu, uang dana komputer ouran komputer Rp 20 ribu per bulan, kemudian buku selalu membeli sendiri-sendiri siswa itu. Dan yang terakhir adalah masalah uang infocus," ujarnya.

Ia juga membawa serta beberapa alat bukti yang menguatkan dugaannya.

"Kwitansi infocus, kemudian sama kartu iuran komputer," jelasnya.

Sebelumnya, saat masih menjadi guru mata pelajaran seni di sekolah yang berlokasi di kecamatan Pondok Pondok Aren itu, Rumini sudah mengadukannya ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel.

Namun Rumini malah dilaporkan balik oleh pihak sekolah terkait kecakapannya dalam mengajar.

VIDEO Pengakuan Penjambret Nenek di Tanjung Duren: Karena Terhimpit Masalah Ekonomi

Posisi Arema FC Naik, Persipura ke Zona Degradasi, Update Klasemen Liga 1 2019

VIDEO Alasan PSI Ingin Mewadahi Debat Wagub DKI Jakarta

Dua laporan itu diusut Dindikbud dengan menurunkan tim investigasi. Hasilnya Rumini dipecat dari pekerjaannya dan dugaan pungli dibantah semua.

"Dinas mengatakan ingin melakukan investigasi ulang perihal pemecatan saya, tapi percuma, karena tidak fair. Yang di dalam sana itu bagian dari hal-hal yang saya sebut semacam mafia dalam bidang pendidikan. Saya tidak pernah percaya karena mereka satu lingkaran," jelasnya.

"Kita lebih baik independensi saja, karena kita lebih baik menyuarakan kebenaran, nanti masyarakat akan sadar kok, toh selama ini sekolah melakukan pmebenaran pribadi, tim investigasi juga ingin semua ini tidak terkuak," tutupnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved