Cara Warga Cibarusah Manfaatkan Kali Cihoe Saat Kekeringan: Terpaksa Buat Saringan

Kali Cihoe saat musim kemarau tiba mulai nampak surut, dasar kali berupa bebatuan dan pasir nampak terlihat dengan sedikit menyisahkan genangan

Cara Warga Cibarusah Manfaatkan Kali Cihoe Saat Kekeringan: Terpaksa Buat Saringan
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sejumlah warga saat memanfaatkan Kali Cihoe untuk mandi dan mencuci pakaiaan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Warga Kecamatan Cibarusah mulai dilanda kekeringan akibat kemarau yang terjadi sejak kurang lebih dua bulan lalu. Akibat kekeringan itu, hampir sebagian besar warga memanfaatkan sisa air Kali Cihoe untuk keperluan sehari-hari.

Kali Cihoe saat musim kemarau tiba mulai nampak surut, dasar kali berupa bebatuan dan pasir nampak terlihat dengan sedikit menyisahkan genangan di beberapa permukaan.

Warga saat mengangkut air dari Kali Cihoe Cibarusah Bekasi, untuk keperluan sehari-hari saat kekeringan melanda.
Warga saat mengangkut air dari Kali Cihoe Cibarusah Bekasi, untuk keperluan sehari-hari saat kekeringan melanda. (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

Kondisi sisa air Kali Cihoe juga tidak bisa dikatakan jernih, air kali yang membentang di Desa Ridogalih itu cenderung berwarna kehijauan. Apalagi jika kondisi surut, air akan bercampur dengan pasir.

Namun warga yang terdampak kekeringan hanya bisa mengandalkan air Kali Cihoe, mereka membuat semacam saringan agar air yang berwarna kehijauan tersebut dapat lebih jernih dan bisa digunakan untuk mencuri piring, mandi atau bahkan berwudhu.

Foto-Foto Jatuh Bangun Warga Angkut Air dari Kali Cihoe Saat Kekeringan Melanda Cibarusah Bekasi

Jelang Musim Haji, Pusat Oleh-oleh Haji di Thamrin City Masih Sepi

10 Brimob Keroyok Warga Kampung Bali di Aksi 22 Mei, Polisi Bongkar Pemicunya: Komandannya Dipanah

Ahmad (65), mengatkan, saringan air sederhana ini terbuat dari bekas kaleng cat yang dilubangi bagian bawahnya. Lalu, kaleng cat tersebut ditanam disekitar genangan air.

"Nanti ambil airnya dari dalam keleng itu, arinya kan meresap dari bawahnya, tapi udah agak jernih karena disaring sama pasir-pasir yang ada di bawah jadi enggak terlaku butek (keruh)," kata Ahmad.

Cara ini sudah dilakukan warga sejak lama, mereka selalu mengandalkan air Kali Cihoe setiap kali kekeringan melanda.

Dalam satu hari, warga secara bergantian mengambil air dengan membawa jerigen, mereka kemudian menuangkan air menggunakan gayung dari dalam saringan ke jerigen yang mereka bawa untuk persediaan air di rumah merka masing-masing.

"Karena kalau enggak di saringkan kecampur juga sama air bekas orang cuci sama mandi disini (Kali Cihoe), tapi tetap biarpun sudah disaring enggak bisa diminum," ujar dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved