Mahasiswa Segel Mesin Parkir di Kampus Politeknik Negeri Jakarta Menggunakan Banner dan Rantai

Ketua BEM PNJ Iqbal Fauzan mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan oleh pihaknya dan baru akan dilepas apabila tuntutannya sudah dipenuhi.

Mahasiswa Segel Mesin Parkir di Kampus Politeknik Negeri Jakarta Menggunakan Banner dan Rantai
TribunJakarta/Dwi Putra Kesuma
Mesin parkir yang disegel Mahasiswa Kampus PNJ. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, BEJI - Kebijakan sistem berbayar untuk roda dua memasuki area Kampus Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), ditentang oleh mahasiswanya hingga berujung penyegelan pada mesin parkir.

Pantauan TribunJakarta.com, mesin yang berada diakses pintu masuk motor tersebut disegel menggunakan banner putih dan rantai besi.

Dibagian banner tersebut, berisi tulisan 'disegel' hingga tulisan 'komersialiasi'.

Ketua BEM PNJ Iqbal Fauzan mengatakan, penyegelan tersebut dilakukan oleh pihaknya dan baru akan dilepas apabila tuntutannya sudah dipenuhi.

"Aksi kali ini merupakan penyegelan mesin secure parking menggunakan banner dan rantai, yang nantinya akan kami lepas sampai tuntutan kami diterima," tegas Iqbal ditemui di Ruang Sekretariat BEM Kampus PNJ, Beji, Kota Depok, Jumat (5/7/2019).

Terkait penyegelan tersebut, Iqbal mengatakan pihaknya juga telah melakukan mediasi dengan pimpinan kampus.

Namun, setelah melewari dua hingga tiga kali pertemuan, belum ada titik temu hingga akhirnya mereka menyegel mesin parkir tersebut.

Terancam Pidana 5 Tahun, Pengendara Motor Tabrak Sellha PPSU di Kelapa Gading Jadi Tersangka

Curanmor di Cipinang yang Diduga Bawa Senjata Api, Sempat Gambar Lokasi

Sederet Gaya Syahrini Kenakan Topi, Bisa Jadi Inspirasi untuk Travelling

"Kami beberapa kali mediasi dengan pimpinan kampus sekira dua sampai tiga kali, dan belum menemukan titik temu," kata Iqbal.

Terakhir, Iqbal mengatakan bahwa sistem berbayar untuk roda dua tersebut adalah kebijakan yang diterapkan Universitas Indonesia

"Jadi aksi hari ini suatu bentuk ultimatum kami bahwasanya kami menuntut langkah tegas pimpinan kami direktur PNJ untuk mengambil sikap terhadap kebijakan UI yang sudah dikeluarkan," pungkasnya.

Penulis: Dwi putra kesuma
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved