Mulai Tahun Depan, Kendaraan Luar Daerah yang Masuk ke DKI Wajib Lolos Uji Emisi

Anies mengatakan, nantinya Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng bengkel-bengkel di wilayah DKI untuk menyediakan alat uji emisi

Mulai Tahun Depan, Kendaraan Luar Daerah yang Masuk ke DKI Wajib Lolos Uji Emisi
TribunJakarta.com/Pebby Ade Liana
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Menteri Kesehatan RI Nila Moelek, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan memberlakukan wajib uji emisi bagi kendaraan motor yang bakal melintas di Jakarta pada tahun 2020 mendatang.

Aturan ini, berlaku untuk seluruh kendaraan yang akan mengaspal di jalan-jalan Ibu Kota, termasuk juga dengan kendaraan yang berasal dari luar daerah.

"Tahun depan, kita akan mulai dengan pengendalian emisi bagi kendaraan bermotor. Akan ada uji emisi dan kendaraan yang beroperasi di Jakarta baik dari luar Jakarta maupun dari warga Jakarta harus lolos uji emisi," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (5/7/2019).

Anies mengatakan, nantinya Pemprov DKI Jakarta akan menggandeng bengkel-bengkel di wilayah DKI untuk menyediakan alat uji emisi.

Bagi kendaraan yang tak lolos uji emisi tersebut, akan dikenakan disinsentif berupa biaya pajak dan tarif parkir yang lebih mahal.

"Bila kendaraan itu tidak lolos uji emisi maka akan ada disinsentif berupa pajak dan yang kedua parkir yang akan lebih mahal. Ini kan jangka panjang, langsung untuk tahun 2020," bebernya.

Sebagai informasi, sebelumnya Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta mengatakan akan melibatkan berbagai instrumen untuk pemberlakuan wajib emisi bagi kendaraan di Jakarta.

Instrumen tersebut, salah satunya adalah bengkel-bengkel otomotif yang ada di wilayah-wilayah.

"Kami ingin mengajak bengkel-bengkel yang beroperasi di Jakarta. Kan bengkel kan keahliannya di bidang otomotif. Kita akan minta untuk semua yang berstatus bengkel otomotif itu menyediakan layanan uji emisi melalui perizinan usahanya," kata Plt Kadis LH DKI Jakarta, Andono, Rabu (3/7/2019) lalu.

Ombudsman Dalami Dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 2

Polisi Tangkap Dua Pelaku Penusukan Terhadap Pria di Ancol

Masyarakat yang hendak mengajukan izin usaha bengkel, nantinya akan diminta untuk menyediakan alat uji emisi sebagai salah satu persyaratan.

Selain itu, Pemprov DKI juga akan mengintegrasikan bengkel-bengkel penyedia layanan uji emisi dengan sebuah aplikasi dari Dinas LH yang bernama e-uji emisi.

Aplikasi tersebut, akan memudahkan masyarakat mencari bengkel terdekat untuk melakukan uji emisi.

"Nanti diintergrasikan dengan sistem aplikasi kami, e-uji emisi. Itu kan aplikasi dinas LH untuk mempertemukan antara masyarakat yang punya kendaraan, yang ingin mengujikan emisi dengan lokasi pelaksana uji emisi, searching di situ mana bengkel terdekat uji emisi. Dan itu bengkel yang sudah teregistrasi dengan sistem ini, hasil uji emisi sudah langsung masuk ke database kita. Nanti database itu yang digunakan sebagai big data analytic," beber Andono.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved