RS Polri Serahkan Perempuan yang Bawa Anjing di Tempat Ibadah ke Polres Bogor

Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan perempuan yang dijerat pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama itu sudah meninggalkan RS Polri kemarin malam

RS Polri Serahkan Perempuan yang Bawa Anjing di Tempat Ibadah ke Polres Bogor
Twitter
Viral video wanita bawa anjing masuk ke dalam masjid di Sentul City, Bogor 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - SM (52), perempuan yang melepas anjing di Masjid Al Munawaroh, Kabupaten Bogor pada Minggu (30/6/2019) kini mulai menjalani proses penahanan di Mapolres Bogor.

Kaopsnal Yandokpol RS Polri Kombes Pol Edy Purnomo mengatakan perempuan yang dijerat pasal 156a KUHP tentang Penodaan Agama itu sudah meninggalkan RS Polri kemarin malam.

"Sudah dibawa ke Polres Bogor kemarin malam, sekira pukul 21.00 WIB," kata Edy di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (5/7/2019).

Dia meninggalkan RS Polri setelah menjalani pemeriksaan jiwa sejak Senin (1/7/2019) yang ditangani lima dokter jiwa lalu dinyatakan mengidap gangguan jiwa.

SM diketahui mengidap gangguan jiwa sejak tahun 2013 dan pernah ditangani di RS Marzoeki Mahdi, RS Siloam Bogor, dan RS Priemer Bintaro.

Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat​ Kombes Iksantyo Bagus menuturkan SM bakal menghuni sel tahanan yang sama dengan tahanan Polres Bogor lainnya.

"Tidak ada perlakuan khusus, tapi kalau dia sakit tetap harus diberikan haknya sebagai tersangka, kalau dia sakit dari dokter dia harus dirawat ya harus dirawat," ujar Bagus, Rabu (3/7/2019).

Lokasi Pelayanan SIM Keliling di Jakarta Hari Ini, Jumat (5/7/2019).

Gubernur Anies Wacanakan ASN DKI Pakai Kostum Persija, Lurah Jatipulo: Itu Bentuk Kearifan Lokal

Perihal pasal 44 KUHP yang menyebut bahwa perbuatan orang yang jiwanya terganggu karena penyakit tak dapat dipertanggungjawabkan.

Bagus menyebut SM baru lepas dari jerat hukum bila majelis hakim menyatakan perbuatannya memang tak dapat dipertanggungjawabkan karena masalah kejiwaan.

"Proses hukumnya tetap akan kita sampaikan seperti halnya tindak pidana biasa dan akan melalui proses persidangan. Nanti biar lah pak hakim yang akan memutuskan, vonisnya pak hakim," tuturnya.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved