Sindir Pengendara Motor Masuk Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki Kampanye di Simpang CSW Kebayoran Baru

Menurut Koordinator Koalisi Pejalan Kaki, Sandy Apriliansyah, masih banyak ditemukan para pengendara sepeda motor yang menjarah hak-hak pejalan kaki.

Sindir Pengendara Motor Masuk Trotoar, Koalisi Pejalan Kaki Kampanye di Simpang CSW Kebayoran Baru
TRIBUNJAKARTA.COM/SATRIO SARWO TRENGGINAS
Sandy Apriliansyah berkampanye mengingatkan pengendara tertib berlalu lintas di persimpangan CSW pada Jumat (5/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Koalisi Pejalan Kaki menggelar Kampanye berisi ajakan agar para pengendara tertib berlalu lintas di persimpangan CSW serta persimpangan Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kampanye itu bertujuan untuk mengingatkan kembali fungsi trotoar yang diperuntukkan untuk para pejalan kaki.

Nyatanya, fungsi trotoar bertolak belakang dengan kondisi saat ini.

Menurut Koordinator Koalisi Pejalan Kaki, Sandy Apriliansyah, masih banyak ditemukan para pengendara sepeda motor yang menjarah hak-hak pejalan kaki.

Sejauh mata memandang, TribunJakarta.com turut melihat banyaknya pengendara motor yang melintas di atas trotoar saat lampu lalu lintas berganti hijau terutama di persimpangan CSW dari arah Jalan Trunojoyo.

Pejalan Kaki Keluhkan Eskalator di Kawasan Salemba Raya Tidak Beroperasi

Sandy, ditemani oleh rekannya, Alfred Sitorus, menggelar kampanye itu lantaran memiliki kesadaran yang sama terhadap hak-hak pejalan kaki.

Mereka mendapat laporan dari masyarakat terkait banyaknya pelanggaran di titik itu.

"Kami mendapat banyak laporan dari masyarakat terkait pelanggaran di titik itu (simpang CSW) sehingga kami ke sana untuk berkampanye," lanjutnya

Ironisnya, trotoar yang baru dibenahi oleh Pemprov DKI untuk para pejalan kaki umum maupun disabilitas dirampas oleh pengendara motor.

"Kami prihatin karena ini trotoar baru dibangun oleh pemerintah. Sudah lumayan bagus, dari segi akses dan ramah pejalan kaki. Namun disalahgunakan oleh oknum," keluhnya.

Pelanggar sebagian besar berasal dari pengendara sepeda motor.

"Mereka melanggar karena demi mengambil jalan pintas menghindari kemacetan. Kemudian melihat trotoar lowong," ujarnya.

Ia mengatakan Koalisi Pejalan Kaki akan terus berkeliling sambil berkampanye khususnya di titik-titik rawan pelanggaran di ibu kota.

Penulis: Satrio Sarwo Trengginas
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved