Warga Bekasi Keluhkan Bantuan Air Bersih dari Pemerintah Menunggu Permintaan Dulu Baru Dikirim

“Mekanismenya itu warga lapor ke desa, lalu desa lapor ke camat, baru ke BPBD. Hari ini karena belum ada permintaan (makanya) saya siap siaga,"katanya

Warga Bekasi Keluhkan Bantuan Air Bersih dari Pemerintah Menunggu Permintaan Dulu Baru Dikirim
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Kekeringan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Sejumlah warga Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi yang terdampak kekeringan mengeluh bantuan air bersih yang dikirim pemerintah harus menunggu permintaan terlebih dahulu.

Uus warga Desa Sirnajati Kecamatan Cibarusah mengatakan, kekeringan merupakan masalah tahunan yang kerap dirasakan warga. Bantuan dari pemerintah juga kerap diberikan berupa distribusi air bersih ke beberapa warga terdampak kekeringan.

Warga tengah memasukkan air ke dalan jerigen di Kali Cihoe Cibarusah Bekasi untuk kebutuhan air di rumah imbas kekeringan
Warga tengah memasukkan air ke dalan jerigen di Kali Cihoe Cibarusah Bekasi untuk kebutuhan air di rumah imbas kekeringan (TribunJakarta/Yusuf Bachtiar)

"Waktu itu (beberapa hari lalu) ada bantuan mobil tangki air buat warga, cuma enggak semuanya dapet, berebut juga warganyakan banyak," kata Uus kepada TribunJakarta.com, Jumat (5/7/2019).

Prosedur permintaan bantuan kabarnya harus datang dari warga, Uus megatakan jika ingin dikirimkan bantuan air bersih, warga harus meminta ke pemerintah desa lalu diteruskan ke kecamatan kemudian selanjutnya BPBD Kabupaten Bekasi akan mengirim bantuan air bersih ke warga terdampak kekeringan.

"Ya prosedurnya kayak gitu, kalau bisa bantuan mah dikirim aja selama kekeringan warga pasti butuh," kata Uus.

Sementara itu Amid Surya, warga Desa Ridogalih mengatakan, air bersih batuan dari pemerintah terkahir kali dikirim kemarin, Kamis 3 Juli 2019. Hari ini, belum ada kiriman air bersih yang dikirim untuk warga.

"Kalau ada kiriman bantuan air saya mending ambi di sana, terakhir saya ambi di sana lumayan enggak perlu ngangkut air dari kali," ungkap Amid.

Supervisor Pusdalops BPBD Kabupaten Bekasi, Gatot Sumarna, mengakatakan, mekanisme pengiriman bantuan air bersih ke warga terdampak kekeringan akan terus dilakukan sesuai permintaan yang masuk ke lembanganya.

Air Tanah di Cibarusah Asin, Warga Minta Pemerintah Segera Bangun PAM

Seakan Ingin Masuk, Pria Ini Bagikan Foto Seekor Buaya Besar Sedang Panjat Pagar Rumahnya

Pencari Suaka Asal Afganistan di Jalan Kebon Sirih Mengeluh Kesulitan Mengisi Daya Ponsel

“Mekanismenya itu warga lapor ke desa, lalu desa lapor ke camat, baru ke BPBD. Hari ini karena belum ada permintaan (makanya) saya siap siaga saja dulu,” kata Gatot.

Air yang dikirim itu merupakan air bersih yang gratis untuk 100 kartu keluarga warga terdampak kekeringan. Gatot menambahkan, bencana kekeringan ini diprediksi akan berlansung lama. Sebab, kata dia, musim kemarau diprediksikan berlangsung hingga bulan Desember 2019.

"Bantuan air akan kita kirim sesuai yang dibutuhkan warga, kita bekerja sama dengan PDAM Tirta Bhagasasi," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved