Dorong Sekolah di Indonesia Bebas Pungli, Rumini Sambangi ICW dan Ombudsman

Namun Rumini pesimis, ia menduga pungli itu sudah menjadi rahasia umum antar mereka dari jajaran sekolah sampai birokrat di atasnya.

Dorong Sekolah di Indonesia Bebas Pungli, Rumini Sambangi ICW dan Ombudsman
ISTIMEWA
Rumini (44) dan advokat dari Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH) mengunjungi kantor ICW, di Jakarta, Jumat (6/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG SELATAN - Rumini (44), mantan guru honorer SDN Pondok Pucung 2, Tangerang Selatan (Tangsel) sudah bertekad pantang mundur menuntaskan kasus dugaan pungli di bekas tempatnya mengajar.

Setelah sepekan lebih ia memberanikan diri buka suara ke awak media, dan terjun langsung investigasi untuk menguatkan argumennya, tekadnya semakin besar ingin menghapus pungli di seluruh sekolah di Indonesia.

Seperti diketahui, nama Rumini mencuat dengan protesnya terhadap jajaran SDN Pondok Pucung 2 yang disebutnya melakukan pungli terhadap murid atas nama sumbangan.

Dari situ, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tangerang Selatan dan Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany, melakukan pemeriksaan terhadap sekolah yang menjadi rujukan nasional itu.

Namun Rumini pesimis, ia menduga pungli itu sudah menjadi rahasia umum antar mereka dari jajaran sekolah sampai birokrat di atasnya.

LPSK Pastikan Lindungi Rumini, Guru yang Bongkar Kasus Dugaan Pungli di SDN Pondok Pucung 2 Tangsel

Wanita yang saat ini tinggal sendiri di rumah kontrakan di bilangan Jakarta Selatan itu membawa kasus dugaan pungli yang ia saksikan sendiri, ke Polres Tangsel, Komnas HAM, Indonesia Corruption Watch (ICW) dan ke Ombudsman.

Dari ICW yang ia datangi bersama advokatnya dari Tangerang Public Transparancy Watch (TRUTH) pada Jumat (5/7/2019) kemarin, Rumini berharap bisa mendapat dukungan karena kasus yang ia adukan juga terkait korupsi.

"Ya ini kan pungli termasuk korupsi ya. Kita datang ke sana, mereka juga dukung. Karena kasus seperti ini bukan yang pertama sebenarnya kan," ujar Rumini di kediamannya, Sabtu (6/7/2019).

Intimidasi dan Pemecatan Guru Honorer SDN Pondok Pucung 2 Tangsel Akumulasi Ulah Mafia Pendidikan

Rumini pun lega karena mendapat dukungan tambahan atas perjuangannya itu.

Di hari yang sama, Rumini juga mebyambangi Ombudsman Republik Indonesia (RI).

Guru yang dasarnya penari tradisional itu berharap banyak dari Ombudsman.

"Saya ke mana-mana termasuk ke Ombudsman enggak apa-apa deh. Ditanya ibu apa harapanya, saya harap enggak ada lagi pungli di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Iya, bagi saya terlalu kecil kalau hanya di SDN Pondok Pucung 2 saja," ujarnya dengan nada tinggi saat menceritakan percakapannya itu dengan pihak Ombudsman.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved