Imbas Kekeringan, Petani Cibarusah Diprediksi Merugi Hingga Rp 3 Miliar

Kerugian ditaksir dari modal rata-rata petani seperti biaya bibit, sewa traktor, pupuk, obat hama serta hasil padi

Imbas Kekeringan, Petani Cibarusah Diprediksi Merugi Hingga Rp 3 Miliar
TribunJakarta/Yusuf Bachtiar
Sawah di Kecamatan Cibarusah mengalami gagal panen akibat kekeringan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, CIBARUSAH - Sekretaris Kelompok Tani dan Nelayan Andalan Kecamatan Cibarusah, Kusnaedi, mengatakan, kekeringan yang berimbas pada gagal panen sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi, diprediksi menelan kerugian hingga Rp 3 miliar.

"Total lahan persawahan di Cibarusah sekitar 1.655 hektar, sekitat 500 hektar diantaranya sudah dipastikan gagal panen," kata Kusnaedi, Sabtu (6/7/2019).

Dari 500 hektar itu, diperkirakan ada sekitar 100 petani yang menanggung kerugian imbas kekeringan. Kerugian ditaksir dari modal rata-rata petani seperti biaya bibit, sewa traktor, pupuk, obat hama serta hasil padi yang seharusnya didapat namun gagal panen.

"Kerugian per hektar sekitar Rp 6 juta, kalau ditaksir keseluruhan sekitar Rp 6 miliarlah dari 100 petani," jelas dia.

Dia menjelaskan, petani di Kecamatan Cibarusah terutama di tiga desa terdampak kekeringan seperti Desa Ridogalih, Ridomanah dan Sirnajti mengandalkan pengairan sawah dari air hujan.

"Selian itu petani juga mengandalkan air dari Kali Cipamingkis, tapi sejak dua bulan lalu sudah tidak lagi diguyur hujan dan kondisi kali kering sehingga sawah mati panennya enggak sempurna," jelas dia.

Aan (45), petani asal Desa Sirnajati menceritakan, selama dua bulan terakhir, hujan tak kunjung turun di Cibarusah. Padi yang dia tanam di sawah garapannya tidak bisa tumbuh subur lantaran air irigasi persawahan mengering.

"Terakhir hujan awal puasa, sampe sekarang enggak hujan lagi, irigasi kering padi kalau enggak kena airkan enggak subur," kata Aan kepada TribunJakarta.com, Jumat (5/7/2019).

Aan merupakan petani yang menggarap lahan seluas 3000 meter. Setiap tahun dia memanen padi sebanyak dua kali dengan hasil jika panen sempurna dapat menghasilkan sebanyak 1,5 ton.

"Tapi kalau gagal panen gini paling dapet berapa karung, enggak ampe ton-tonan," ungkapnya.

Jelang Pengumuman, Web PPDB SMP Tangerang Selatan Sempat Tak Bisa Diakses

Ular Sanca Sepanjang 3 Meter Masuk Kamar Mandi Warga di Pejaten Timur

Meski gagal panen, Aan tetap mengambil sedikit demi sedikit padi yang dia tanam. Hasil gagal panen ini tidak akan cukup untuk memutar modal yang sudah dia keluarkan untuk menggarap sawah seluas 3000 meter.

"Tetep dipanen cuma gitu kosong enggak keambil, gabah doang enggak isinya, paling dari 3000 meter cuma dapet dua karung," jelas dia.

Modal untuk menggarap sawah seluas 3000 meter memerluakan modal sekitar Rp 1,5 juta. Modal itu jika dapat hasil panen sempurna dapat menghasilkan keuntungan sekitar Rp 5-7 juta.

"Kalau gagal gini gimana mau balik modal, yang ada rugi, hampir tiap tahun begini, tahu lalu sempet sebagian gagal panen tapi masih ada yang bisa keangkut, tapi kalau sekarang lebih parah cuma dikit hasilnya," ujar dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved