Ibadah Haji 2019

Selain Persiapan Fisik dan Mental, Jemaah Haji Tertua Kloter 1 Jakarta Belajar Operasikan HP Android

Dari 385 Jemaah, Kastomo bin Tjahardi (79) tercatat sebagai Jemaah Calon Haji tertua pada kloter 1.

Selain Persiapan Fisik dan Mental, Jemaah Haji Tertua Kloter 1 Jakarta Belajar Operasikan HP Android
TRIBUNJAKARTA.COM/NUR INDAH FARRAH AUDINA
Kastomo bin Tjahardi, Jemaah Calon Haji tertua Kloter 1 JKG asal DKI Jakarta di Asrama Haji Pondok Gede, Makasar, Jakarta Timur, Sabtu (6/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Kastomo bin Tjahardi (79) Jemaah Calon Haji tertua Kloter 1 JKG (Jakarta-Pondok Gede) asal DKI Jakarta yang rela berangkat belajar HP Android demi bisa berkomunikasi dengan anak dan cucu selama di Tanah Suci.

Jemaah Calon Haji Kloter 1 JKG (Jakarta-Pondok Gede) asal DKI Jakarta tiba di Asrama Haji Pondok Gede, Makasar Jakarta Timur, Sabtu (6/7/2019).

Sebanyak 385 Jemaah Calon Haji asal Jakarta Selatan tiba hari ini dan akan diberangkatkan menuju Tanah Suci melalui Bandara Soekarno Hatta pada esok hari, Minggu (7/7/2019) pagi.

Dari 385 Jemaah, Kastomo bin Tjahardi (79) tercatat sebagai Jemaah Calon Haji tertua pada kloter 1.

Selain kondisi fisik dan mental yang disiapkan, rupanya Kastomo memiliki hal lain yang sudah disiapkannya sejak 6 bulan belakangan, yakni belajar handphone Android.

Jemaah Calon Haji Pria Boleh Bawa Rokok Maksimal 2 Slop, Kalau Lebih Siap-siap Disita

"Persiapan utama fisik dan mental. Tapi Bapak juga setengah tahun belakangan udah mulai belajar mainan HP. Ini diajarin cucu, katanya biar bisa komunikasi pas di sana (Tanah Suci). Padahal sayanya juga belum bisa banget," ungkap pensiunan PT KAI, Sabtu (6/7/2019).

Meskipun baru belajar, Kastomo mengakui sudah bisa bermain WhatsApp dan melakukan Video Call.

Selain itu sejak setahun belakang ia sudah rutin melakukan olahraga secara rutin dan menjaga pola makan.

"Kalau makan memang tidak pernah yang aneh-aneh. Jadi paling Bapak cuma jalan kaki teratur. Alhamdulillah tadi pas tes kesehatan engga banyak kendalanya, cuma dibilang HB nya rendah dan di kasih obat penambah darah," lanjut dia.

Kastomo berkesempatan ke Tanah Suci bersama istrinya, Jatinem (70) setelah hampir 10 tahun mengumpulkan uang senilai Rp 35 juta perorangnya melalui program Haji dan menjadi waiting list selama 7 tahun.

"Alhamdulillah akhirnya bisa ke Tanah Suci. Jadi Bapak enggak pernah maksain sehari berapa. Selama ada uang langsung disetor aja ke Bank. Anak saya juga ikut bantu buat biayanya. Saya bilang sama anak supaya doain Bapak sama Ibu. Nanti kalau kangen hubungin Bapak dan Ibu saja," ujarnya.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved