Gubernur DKI Anies Baswedan Jamin Kebutuhan 147 Korban Kebakaran di Jatinegara

Pemprov DKI Jakarta menjamin kebutuhan 147 jiwa warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang kehilangan rumah akibat kebakaran.

Gubernur DKI Anies Baswedan Jamin Kebutuhan 147 Korban Kebakaran di Jatinegara
TribunJakarta.com/Bima Putra
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat berbincang dengan warga Cipinang Besar Selatan kebakaran di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Pemprov DKI Jakarta menjamin kebutuhan 147 jiwa dari 27 kepala keluarga warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan yang kehilangan rumahnya akibat kebakaran pada Sabtu (6/7/2019).

Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan seluruh warga yang kini mengungsi ke SDN 03/04 Jatinegara dilayani kebutuhannya hingga nanti rumah mereka dibangun.

"Di sini disiapkan fasilitas kesehatan kemudian seluruh kebutuhan dasar kami pastikan terjamin. Makanan, siap seluruhnya 24 jam ada. Kemudian buat anak-anak," kata Anies di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).

Tenda pengungsi di SDN Cipinang Besar Selatan 03/04 di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).
Tenda pengungsi di SDN Cipinang Besar Selatan 03/04 di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019). (TribunJakarta.com/Bima Putra)

Kebutuhan anak-anak yang dimaksud Anies yakni keperluan sekolah mengingat pada Senin (15/7/2019) nanti tahun ajaran 2019/2020 bakal dimulai.

Namun dia mengaku belum dapat memastikan kemana 147 pengungsi itu bakal dipindah bila aktivitas belajar di SDN 03/04 Pagi dimulai.

"Pada saat fase emergency, sesudah ini kita baru mulai bicara rehabilitasi. Nanti pak wali akan membicarakan letak yang paling pas, tapi saat ini kita siapkan dulu di sini," ujarnya.

Ketua RW 07 Masfur Mufti menyebut hingga kini seluruh kebutuhan pokok bagi warganya yang kehilangan tempat tinggal terjamin.

Baik makanan, kesehatan, sanitasi, dan lainnya yang disediakan Sudin Kesehatan, Sudin Sosial Jakarta Timur, PMI, Tagana, dan relawan lain yang membantu.

"Enggak ada yang kurang, untuk sekarang kebutuhan warga tercukupi semua. Bantuan sembako juga sudah banyak," tutur Masfur.

Dari 147 pengungsi, Masfur menyebut ada enam lansia, dua balita, yang paling membutuhkan penanganan khusus selama di pengungsian.

Anies Kunjungi Lokasi Kebakaran Jatinegara

Penyebab kebakaran yang mengakibatkan 26 rumah warga di Jalan Cipinang Jaya I RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara ludes pada Sabtu (6/7/2019) belum diketahui.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan Polsek Jatinegara terkait sebab munculnya api.

"Iya, sampai sekarang belum tahu. Masih menunggu penyelidikan polisi," kata Anies di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).

Ketua RW 07 Masfur Mufti membenarkan hingga kini 27 kepala keluarga dan 147 jiwa yang harus mengungsi belum mengetahui sebab kebakaran.

Hingga siang ini, Masfur mengku urung dimintai keterangan oleh penyidik Unit Reskrim Polsek Jatinegara.

"Saya belum dimintai keterangan sama polisi. Tapi dari pak Camat Jatinegara sama pak Wali Kota Jakarta Timur sudah meminta polisi untuk menyelidiki," ujar Masfur.

Pantauan TribunJakarta.com di lokasi, hingga siang ini tak terpasang garis polisi terpasang di seluruh rumah warga yang terdampak kebakaran.

Sejumlah warga masih sibuk mengais harta bedanya yang tak sempat mereka selamatkan karena api menjalar dalam hitungan detik.

Pemadaman yang melibatkan 18 unit mobil pompa berikut 90 personel Sudin PKP Jakarta Timur berlangsung sejak pukul 05.10 WIB hingga 08.15

TribunJakarta.com telah berupaya mengonfirmasi perkembangan penyelidikan kepada Kapolsek Jatinegara Kompol Rudy.

Namun hingga berita ditulis upaya konfirmasi yang dilakukan tak membuahkan hasil.

Jatinegara Rawan Kebakaran

Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur saat melakukan pemadaman di Jalan Cipinang Jaya 1 RT 10/7 yang terbakar Sabtu (6/7/2019) pagi.
Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur saat melakukan pemadaman di Jalan Cipinang Jaya 1 RT 10/7 yang terbakar Sabtu (6/7/2019) pagi. (Istimewa/Dokumentasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur)

Sebanyak 350 jiwa warga RT 10/RW 07 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Kecamatan Jatinegara terpaksa mengungsi akibat rumahnya ludes dilalap api pada Sabtu (6/7/2019).

Meski belum pasti sebab pemicu kebakaran yang terjadi sekira pukul 04.50 WIB, Kecamatan Jatinegara termasuk wilayah paling rawan kebakaran di Jakarta Timur.

Kasi Ops Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur, Gatot Sulaeman mengatakan sejak lama Jatinegara jadi satu wilayah yang rawan kebakaran.

"Iya (Dari dulu rawan kebakaran), karena padat hunian. Alhamdulillah kebakaran kemarin enggak ada korban luka atau jiwa," kata Gatot di Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu (7/7/2019).

Padatnya permukiman warga membuat api cepat menjalar, sementara ruang gerak personel Sudin PKP Jakarta Timur ketika memadamkan api terbatas padatnya rumah warga.

Butuh 18 unit mobil pompa lengkap dengan 90 personel Sudin PKP Jakarta Timur untuk memadamkan api yang mengakibatkan kerugian materil sekitar Rp 1,8 miliar.

"Kemarin kita mulai pemadaman pukul 05.10 WIB, selesai pemadaman pukul 08.05 WIB. Untuk penyebab kebakaran Damkar belum dapat info," ujarnya.

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS) Jakarta Timur tahun 2017, Cakung jadi kecamatan paling padat dengan jumlah penduduk 509.194 jiwa, disusul Duren Sawit dengan jumlah penduduk 406.998 jiwa.

Sementara Kecamatan Jatinegara yang secara luas wilayah kalah jauh dibanding Cakung dan Duren Sawit meraih posisi tiga dengan jumlah penduduk 310.494 jiwa.

Kini, sebagian warga Kelurahan Cipinang Besar Utara korban kebakaran mengungsi di pekarangan SDN 004 dan SDN 003 Cipinang pagi yang berada dekat rumah mereka.

30 Rumah Terbakar

Sebanyak 30 rumah di Jalan Cipinang Jaya 1 RT 10/7 Kelurahan Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur terbakar Sabtu (6/7/2019) pagi.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur Gatot Sulaeman mengatakan menerima laporan pukul 04.54 WIB.

"Kita terima berita jam 04.54 WIB dan langsung mengerahkan 16 unit pemadam dan 65 personil. Kawasan yang padat penduduk membuat api cepat merembet hingga membakar 30 rumah," katanya, Sabtu (6/7/2019).

Hingga update data pukul 06.34 WIB, petugas Damkar masih terus melakukan upaya pemadaman di lokasi.

Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia Minggu 7 Juli 2019, Tagar RIP Sutopo Jadi Trending 1 di Twitter

Polri dan TNI Meriahkan HUT ke-73 Bhayangkara di Lapangan Silang Monas

Terobos HBKB Pasar Minggu, Seorang Pengendara Motor Dihukum Push Up

Bandara Hang Nadim Layani Penerbangan Haji 4 Provinsi, Batam Berangkatkan 450 Jemaah Calon Haji

TERUNGKAP Ini Latar Belakang Keluarga Nenek Iro, Baim Wong dan Naysila Mirdad Sampai Kaget Dengarnya

"Sejak kita memulai pemadaman pukul 05.10 WIB, selang satu jam lebih masih proses pemadaman. Kobaran api masih terlihat di lokasi dan kita masih terus berupaya memadamkan kobaran yang ada. Namun beberapa tim lainnya sudah dapat mendata beberapa pemilik rumah," sambungnya.

Hingga berita ini diturunkan, 65 personil Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) Jakarta Timur masih terus berupaya memadamkan api di lokasi kejadian.

Belum bisa memastikan penyebab dan kerugian yang dialami.

Penulis: Bima Putra
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved