Kasus Ikan Asin: Komnas Perempuan Sebut Ada Pelecehan Seksual, Iriana Jokowi Diminta Pantau

Masruchah mengakatakan bahwa kasus pencemaran nama baik atas video 'ikan asin' yang menjerat artis Galih Ginanjar tergolong pelecehan seksual.

Kasus Ikan Asin: Komnas Perempuan Sebut Ada Pelecehan Seksual, Iriana Jokowi Diminta Pantau
Kompas.com/Tri Susanto Setiawan
Fairuz A Rafiq dan suaminya Sonny Septian didampangi kuasa hukumnya, Hotman Paris, ke Komnas Perempuan, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). 

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, Galih mengakui motif perbuatannya itu ketika diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Jumat (6/7/2019).

"Berdasarkan keterangan Galih berkaitan dengan apa yang dia sampaikan, memang intinya yang bersangkutan mengakui dia mengatakan (ikan asin) ingin mempermalukan mantan istrinya," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (8/7/2019).

Penyidik telah menaikkan penyelidikan kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat Galih Ginanjar ke tahap penyidikan.

Namun, Argo menyebut Galih masih berstatus sebagai saksi. Nanti, penyidik akan memanggil perekam dan pengunggah video.

"(Status Galih) masih saksi. Nanti kami akan memeriksa kembali siapakah yang wawancara, merekam, meng-upload video," ujar Argo.
Fairuz melaporkan mantan suaminya, Galih Ginanjar, serta pemilik akun YouTube atas nama pasangan Rey Utami dan Pablo Benua dengan sangkaan pencemaran nama baik melalui media sosial.

Laporan tersebut dibuat lantaran Galih melontarkan pernyataan bernada negatif terkait organ intim mantan istrinya itu. Pernyataan tersebut telah melecehkan Fairuz sebagai perempuan.

3. Galih tidak mau tanggapi

Galih Ginanjar beri klarifikasi atas kasus 'ikan asin'.
Galih Ginanjar beri klarifikasi atas kasus 'ikan asin'. (YouTube/ Trans 7 Official)

Ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin siang, Galih Ginanjar tak mau memberi tanggapan.

"Kalau saya sih enggak mau nanggapin itu dulu ya. Kalau untuk masalah hukum ataupun masalah BAP kemarin saya serahkan semua sama kuasa hukum saya aja gitu ya," ucap Galih.

Kuasa hukum Galih, Acong Latif, menambahkan bahwa kliennya tak memiliki motif tertentu.

Halaman
1234
Penulis: erik sinaga
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved