Satu Keluarga Tewas

Kuasa Hukum Haris Simamora Sebut Tuntutan Jaksa Soal Pembunuhan Berencana Tidak Mendasar

Alam meminta kepada mejelis hakim untuk mempertimbangkan kembali dalil pengakuan serta fakta persidangan.

Kuasa Hukum Haris Simamora Sebut Tuntutan Jaksa Soal Pembunuhan Berencana Tidak Mendasar
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Sidang terdakwa Haris Simamora di Pengadilan Negeri Kelas 1A Bekasi, Senin (8/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Penasihat hukum kasus pembunuhan satu keluarga dengan terdakwa Harry Ari Sandigon alias Haris Simamora menilai, tuntutan pembunuhan berencana yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) tidak memdasar.

Hal ini diungkapkan dalam sidang lanjutan dengan agenda duplik yang berlamgsung di Pengadilan Negeri Bekasi, Jalan Pramuka, Kelurahana Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Senin (8/7/2019).

"Dari tuntutan JPU hanya dapat dibuktikan dalam pembuktian yang lemah, berdasarkan visum et repertum," kata Alam Simamora penisahat hukum dalam persidangan.

Dia menjelakskan, terdakwa Haris Simamora selama ini telah menunjukkan sikap baik selama di persidangan dan mengakui perbuatannya melalui nota pembelaan yang telah dibacakan pada sidang sebelumnya.

Bacakan Nota Pembelaan, Terdakwa Pembunuhan Satu Keluarga Haris Simamora Menangis

Alam meminta kepada mejelis hakim untuk mempertimbangkan kembali dalil pengakuan serta fakta persidangan yang selama ini telah terbuka.

Bahwa, sejatinya terdakwa melakukan perbuatannya bukan atas dasar niat seperti yang disebut penuntut umum.

"Sebenarnya dalil pembunuhan berencana itu terbantahkan dengan dalil di fakta persidangan pertama, terdakwa datang ke rumah korban atas dasar diundang, kedua terdakwa melakukan perbuatannya karena kesal dihina, ketiga dia melihat linggis dan membunuh berlangsung seketika tanpa jeda waktu," jelas dia.

Sidang kemudian ditutup usai penasihat hukum memaparkan depliknya. Ketua Majelis Hakim Djuyamto kemudian menutup sidang untuk selanjutnya akan digelar kembali pada, Senin (22/7/2019) dengan agenda putusan atau vonis.

Haris merupakan terdakwa kasus pembunuhan satu keluarga Daperum Nainggolan, di Jalan Bojong Nangka II, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, pada (12/11/2018).

Dia mengaku membunuh Daperum Nainggolan dan Istrinya Maya Boru Ambarita dengan menggunakan linggis. Sementara, dua anak Daperum, Sarah (9) dan Arya Nainggolan (7), dibunuh dengan cara dicekik hingga tewas.

Selanjutnya, JPU menjatuhi tuntutan perbuatan terdakwa Haris Simamora melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan pasal 363 ayat (1) ke-3 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman pidana mati.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved