Breaking News:

Musim Kemarau, Harga Cabai dan Timun di Pasar Induk Kramat Jati Naik

Aji menyebut naiknya harga sebagai dampak musim kemarau karena petani cabai di Temanggung kesulitan air kala bercocok tanam.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Aji
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Lapak pedagang timun di Pasar Induk Kramat Jati, Senin (8/7/2019). 

Rangga (35), pedagang cabai lainnya di Pasar Induk Kramat Jati mengatakan kenaikan harga imbas musim kemarau terjadi di setiap jenis cabai.

Menurutnya kenaikan harga saat musim kemarau merupakan hal lumrah yang pasti terjadi karena sulit ditanggunglangi pemerintah.

"Naik semuanya, cabai hijau, cabai merah super juga naik. Naiknya kisaran Rp 5 -10 ribu per kilogram. Namanya musim kemarau ya mau bagaimana lagi kan, pembeli juga ngerti," kata Rangga.

Selain cabai, sejak dua pekan lalu harga Timun di Pasar Induk Kramat Jati ikut naik imbas musim kemarau yang membuat petani kesulitan air.

Bistri (50), satu pedagang mengatakan harga satu kilogram timun sebelumnya Rp 3 ribu per kilogram, namun sekarang naik jadi Rp 6.500 per kilogram.

"Naik 90 persen. Biasanya sehari saya ambil 5 kuintal, sekarang cuman ambil 3 kuintal. Habis pembeli juga ngurangin belanja jadi mau bagaimana," kata Bistri.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved