Ibadah Haji 2019

Satu Jemaah Embarkasi Bekasi Gagal Berangkat ke Tanah Suci karena Sedang Hamil

"Di bawah atau melewati usia kandungan tersebut tidak diperkenankan untuk diberangkatkan," ungkap Yani.

Satu Jemaah Embarkasi Bekasi Gagal Berangkat ke Tanah Suci karena Sedang Hamil
TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Jemaah calon haji tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Satu orang calon jemaah haji asal Kabupaten Cianjur Jawa Barat yang masuk ke dalam kelompok terbang (kloter) 2, dipastikan gagal berangkat ke Tanah Suci lantaran hamil dengan usia kandungan 11 pekan.

Ketua Panitia Bidang Haji pada Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Jawa Barat, Yani Dwiyuli mengatakan, hal ini diketahui saat proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, pada Minggu (7/7/2019).

"Satu orang jemaah calon haji yang gagal berangkat atas nama Neng Sarah Asep usia 25 tahun," kata Yani, Senin (8/7/2019).

Yani menjelaskan, sesuai keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan, batas usia kehamilan yang aman bagi jemaah calon haji yakni 14 pekan hingga 26 pekan.

"Di bawah atau melewati usia kandungan tersebut tidak diperkenankan untuk diberangkatkan," ungkap Yani.

3 Jenis Kurma Favorit di Thamrin City yang Jadi Andalan Buat Oleh-oleh Haji

Ketika mengetahui dirinya tidak berangkat lanjut Yani, jemaah calon haji asal Kabupaten Cianjur itu sempat tidak percaya. Dia behkan menolak hasil pemeriksaan kesehatan dan tetap ingin berangkat.

"Dia sempat menangis karena kita beritahukan bahwa kondisinya tidak memungkinkan untuk berangkat," ujar dia.

Namun, pihak panitia kemudian berusaha untuk memberikan penjelasan hingga Neng Sarah dapat mengerti dampak yang akan ditimbulkan jika dia memaksakan diri untuk tetap berangkat.

Yani mengatakan, dengan usia kandungan 11 pekan, potensi yang paling rawan terjadi adalah keguguran. Jika hal itu terjadi, Neng Sarag tidak akan bisa menyelesaikan ritual ibadah haji hingga tuntas.

"Kalau keguguran itukan pasti nifas, nah kalau nifas otomatis dia halangan selama 40 hari tidak boleh beribadah, jadi percuma kalau tetap berangkat," ujar dia.

Jemaah Calon Haji Asal Solo Meninggal di Pesawat Menuju Madinah, Dimakamkan Sekitar Baqi

Setelah diberikan penjelasan, Neng Sarah akhirnya dapat mengeri keputusan yang telah ditetapkan PPIH Jawa Barat. Dia kemudian langsung dijemput suaminya dan langsung kembali ke Kabupaten Cianjur.

"Dia berangkat rencananya sama kakaknya, saat ini sudah kembali ke Cianjur, sebenrnya bukan gagal cuma keberangkatan hajinya ditunda sampai tahun depan," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved