Alasan Tatib Belum Rampung, DPRD Sebut Paripurna Pemilihan Wagub DKI Bakal Mundur 2 Sampai 3 Hari

Padahal, menurut perencanaan sebelumnya tatib tersebut harusnya sudah selesai pada Senin kemarin.

Alasan Tatib Belum Rampung, DPRD Sebut Paripurna Pemilihan Wagub DKI Bakal Mundur 2 Sampai 3 Hari
TribunJakarta/Pebby Ade Liana
Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Syarif di Balai Kota DKI Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Syarif mengatakan, ada kemungkinan rapat paripurna pemilihan calon Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno diundur dalam waktu dua sampai tiga hari.

Sebelumnya, paripurna pemilihan tersebut dijadwalkan akan digelar pada 22 Juli 2019.

"Sepertinya mundur dua atau tiga hari ya. Iya, sekitar 25 atau 26 (Juli) lah. Karena belum tentu hari ini selesai pembahasan tatibnya," kata Syarif saat dikonfirmasi, Selasa (9/7/2019).

Syarif yang juga merupakan anggota pansus pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini mengatakan, proses finalisasi draft tata tertib yang dilakukan oleh pansus hingga saat ini belum selesai.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, bersama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di rapat Paripurna RAPBD 2018 di Gedung DPRD DKI, Rabu (15/10/2017).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan wakilnya, Sandiaga Uno, bersama Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi, di rapat Paripurna RAPBD 2018 di Gedung DPRD DKI, Rabu (15/10/2017). (Warta Kota/Theo Yonathan Simon Laturiuw)

Padahal, menurut perencanaan sebelumnya tatib tersebut harusnya sudah selesai pada Senin kemarin.

Sehingga bamus bisa segera digelar hari ini, dan paripurna pengesahan tatib bisa terlaksana besok.

Ia pun tak yakin apabila paripurna pengesahan tatib tersebut berlangsung besok.

"Tatib belum (selesai), hari ini final. Kemarin sama hari ini. Iya belum tentu besok (pengesahan tatib) karena memang harus dijadwalkan di bamus dulu. Rabu itu jadwal dari pansus untuk pengesahan tatib dan Panlih. Sementara yang membuat jadwal (paripurna) itu fix, ya bamus," kata dia.

Diketahui, ada dua nama yang sudah diajukan kepada DPRD DKI Jakarta melalui Gubernur Anies Baswedan oleh partai pengusung.

Dua nama tersebut merupakan kader dari PKS yaitu Mantan Wakil Wali Kota Bekasi Ahmad Syaikhu dan Sekretaris DPW PKS Agung Yulianto.

Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, bakal Cawagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.
Ahmad Syaikhu dan Agung Yulianto, bakal Cawagub DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno. (tribunnews)

Salah satu poin yang belum selesai dibahas dalam tatib, adalah perihal paripurna pemilihan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang tidak mencapai kuorum.

Artinya, apabila paripurna tersebut tidak dihadiri oleh 50 persen plus satu anggota, atau 54 anggota DPRD dari total 106 orang maka harus ditentukan mekanisme kelanjutan pemilihannya.

"Apabila tidak kuorum dua kali lanjutannya seperti apa? Itu harus dieksplisitkan dalam satu redaksi yang ada payung hukumnya," beber Syarif.

"Jika dua kali tidak kuorum, itu dikembalikan lagi kepada rapimgab. Rapat pimpinan kan gak bisa memutus atau memilih. Ada kemungkinan dikembalikan kepada partai pengusung, mengganti calon baru atau bagaimana nanti putusannya tergantung di rapim," ujarnya.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved