Dirjen Pemasyarakatan Sebut Lapas Kelebihan Muatan Berisiko Memicu Terjadinya Disorientasi Seksual

Sebagai solusi, lapas dengan tingkat keamanan minimal atau minimum security menjadi satu diantara beberapa jawaban problematika kelebihan kapasitas

Dirjen Pemasyarakatan Sebut Lapas Kelebihan Muatan Berisiko Memicu Terjadinya Disorientasi Seksual
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami di Lapas Ciangir Tangerang, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kelebihan kapasitas di sebuah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) bisa memicu tingkah sosial yang menyimpang untuk penghuninya.

Hal itu terkuak setelah Ombudsman RI soroti perilaku seksual menyimpang yang terjadi di Lapas kawasan Jawa Barat diduga karena kelebihan kapasitas.

Menurut Dirjen Pemasyarakatan, Sri Puguh Budi Utami, adanya hal di atas lantaran kondisi yang sudah penuh sering terjadi di Rutan dan Lapas seluruh Indonesia.

"Secara umum di Lapas dan Rutan seluruh Indonesia ketika kondisi over maka kemungkinan terjadinya desk orientasi seksual itu sudah pasti terjadi," kata Sri saat meresmikan perguruan tinggi Poltekip dan Poltekim di kawasan Pemkot Tangerang, Selasa (9/7/2019).

Lanjutnya, Sri beserta jajaran sedang melakukan kajian soal membludaknya Rutan dan Lapas dengan mengadakan mutasi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Namun, hal itu bukan pekerjaan rumah yang mudah lantaran harus dilakukan perlahan.

"Langkah kami tentunya harus dilakukan mutasi lebih intensif sehingga kemungkinan penyimpanan itu bisa diminimalisir atau dihilangkan. Tapi itu tidak mudah tentunya ketika mereka hari-hari berada di dalam satu ruang yang sama atau hunian dengan kepadatan yang luar biasa," terang Sri.

Sebagai solusi, lapas dengan tingkat keamanan minimal atau minimum security menjadi satu diantara beberapa jawaban problematika kelebihan kapasitas.

"Maka salah satunya jalan kita dorong diselesaikannya pembangunan Lapas minimum security. Ketika itu tidak mengeluarkan biaya besar, mereka juga bisa berkontribusi dengan menghasilkan produk dengan waktu maksimal dan medium. Ini yang sekarang diminta pak Menteri ke seluruh provinsi," papar Sri.

Halaman
12
Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved