PPDB 2019

Soal Penerapan Sistem PPDB 2019, Ini Tanggapan Guru Besar Pendidikan Sosiologi

Untuk itu dirinya mengimbau kepada Kemendikbud agar memberikan tenaga guru yang berkompeten pada bidangnya.

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) bidang Pendidikan Sosilogi, Ravik Karsidi, menilai sistem PPDB 2019 cukup baik.

Namun, kata dia, sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 mesti diimbangi oleh kualitas gurunya.

"Sistem PPDB ini bagus, khususnya di Jakarta saya lihat berjalan baik. Tapi kondisi kualitas gurunya belum merata, menurut saya," kata Ravik, sapaannya, di kantor Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), Jakarta Pusat, Selasa (9/7/2019).

Untuk itu dirinya mengimbau kepada Kemendikbud agar memberikan tenaga guru yang berkompeten pada bidangnya.

Selagi itu belum dilaksanakan, lanjutnya, maka dapat menimbulkan kericuhan.

Siswa Tak Lolos PPDB SMPN Kota Bekasi Diharapkan Masuk Sekolah Swasta, Ada Bantuan BOSDA

"Gurunya ada yang bagus dan ada yang tidak. Gurunya kadang-kadang kurang juga. Di bidang studi ini tidak ada, dirangkap. Harusnya fokus," ujar Ravik.

Dia menilai, selama ini SD, SMP, dan SMA di Jakarta memiliki guru yang mengajar tidak sesuai bidangnya.

"Bahkan masih ada guru yang mengajar oleh orang yang tidak kompeten. Bukan lulusan yang seperti diajarkan," ujar Ravik, yang juga sebagai Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

Sebab itulah, kata Ravik, yang menyebabkan Calon Peserta Didik Baru (CPDB) bisa kecewa ketika mengetahui hal tersebut terjadi pada sekolah yang dipilih.

"Khususnya dari kalangan yang sudah mempersiapkan diri untuk mengekspetasi sedemikian rupa. Katakanlah bisa menikmati pendidikan yang berkualitas, lalu kemudian menjadi kecewa dengan hal semacam ini," tutur Ravik

Dia menambahkan, Kemendikbud juga baiknya lebih meningkatkan infrastruktur sekolah-sekolah secara merata.

"Salah satu realitas di Indonesia ini, dari sisi lokasi saja ada yang terisolir dan ada yang di kota dan desa, walaupun ada yang dari jalur prestasi," imbuh Ravik.

"Tapi kan itu terbatas. Mau tidak mau, Kemendikbud harus mengutamakan segera mencapai kualitas guru dan Infrastruktur sekolahnya agar lebih merata," ujarnya.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved