Cerita Dini, Petugas Wanita dari UPK Badan Air saat Pertama Bersihkan kali

Ia berharap masyarakat sekitar ikut bahu membahu untuk menjaga lingkungan terutama kebersihan dan tidak lagi membuang sampah ke kali

Cerita Dini, Petugas Wanita dari UPK Badan Air saat Pertama Bersihkan kali
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Dini Afriyanti (33) petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Rabu (10/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Dari 30 petugas UPK Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, Dini Afriyanti (33) menjadi satu-satunya petugas wanita yang bersihkan Kali Tegal Amba, Jakarta Timur pada hari ini, Rabu (10/7/2019).

Para petugas yang sudah mulai bekerja sejak pukul 08.00-15.30 WIB di Kali Tegal Amba berhasil mengangkut sampah beserta lumpur sebanyak 500 kilogram.

Diantara para pekerja terlihat satu wanita yang ikut bahu membahu membersihkan kali. Ia adalah Dini. Ibu empat anak ini sudah setahun belakangan bergabung di UPK Badan Air.

Suami yang mengidap tumor ringan memaksanya harus menggantikan posisi sang suami di UPK Badan Air.

"Dulunya suami saya yang kerja di sini. Pas dia sakit kena tumor jinak di kaki kan harus izin dan jalanin operasi. Dari situ saya yang gantikan dia karena enggak enak kebanyakan izin," ungkapnya pada TribunJakarta.com, Rabu (10/7/2019).

Setelah menjalani tiga kali operasi, suaminya baru dinyatakan sembuh dan berangsur pulih.

Dini menceritakan pada awalnya ia merasa seolah ingin muntah dan tidak kuat ketika mencium baunya kali. Namun, seiring berjalannya waktu akhirnya ia terbiasa dengan kondisi tersebut.

"Ya waktu awal-awal enggak kuat sama baunya. Kalau jijik ya enggak tapi enggak kuat sama baunya. Tapi lama-lama biasa sih. Kayak sekarang aja bersihin Kali Tegal Amba kan udah biasa," lanjut dia.

Meskipun pada awalnya terpaksa terjun di UPK Badan Air karena keadaan, ia tetap merasa bersyukur. Melalui UPK Badan Air ia belajar kerjasama yang kuat antar anggota.

Warga Duren Jaya Berharap Pendaftaran di SMPN 57 Dibuka Kembali

Juru Parkir Liar di Pasar Perumnas Klender Masih Cukup Banyak

Cara menghargai dan menghormati satu sama lain yang patut diacungi jempol juga menjadi faktor lain alasannya betah bekerja di UPK Badan Air.

"Dari sini saya banyak belajar. Rekan saya solid semua. Tak ada pembeda pekerjaan antara laki-laki dan perempuan. Tapi mereka selalu kasih tau saya kalau ketika kondisi kali pas kita bersihkan terlalu dalam, saya disuruh cari tempat lain. Hal-hal seperti itu yang buat saya nyaman kerja di sini," tutupnya.

Dirinya yang mencintai kebersihan merasa prihatin terhadap kondisi Kali Tegal Amba. Meskipun kerap dibersihkan, sampah seakan menumpuk kembali dan tak pernah kelar terkait persoalan sampah di lokasi.

Ia berharap masyarakat sekitar ikut bahu membahu untuk menjaga lingkungan terutama kebersihan dan tidak lagi membuang sampah ke kali.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved