Juru Parkir Liar di Pasar Perumnas Klender Masih Cukup Banyak

Pengelola parkir Pasar Perumnas Klender Reza, mengatakan juru parkir liar yang dia sebut joki sudah ada sejak parkiran masih dikelola Dinas Perhubunga

Juru Parkir Liar di Pasar Perumnas Klender Masih Cukup Banyak
TribunJakarta.com/Bima Putra
Gate parkir Pasar Perumnas Klender di Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (10/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Sejak awal bulan Februari 2019 lalu pengelola parkir di 14 Pasar wilayah DKI Jakarta beralih pengelolaan dari Dinas Perhubungan ke Jakpro dan BNI.

Satu di antaranya yakni Pasar Perumnas Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur yang santer diperbincangkan pengguna media sosial karena keberadaan juru parkir liar.

Pengelola parkir Pasar Perumnas Klender Reza, mengatakan juru parkir liar yang dia sebut joki sudah ada sejak parkiran masih dikelola Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Dari dulu sudah ada, informasi yang saya dapat dari dulu sudah ada. Sebelumnya parkiran dikelola Dishub, selepas Dishub baru kita yang mengelola. Tapi sampai sekarang jokinya tetap ada," kata Reza di Pasar Perumnas Klender, Rabu (10/7/2019).

Pun keberadaannya tak resmi, Reza menuturkan Jakpro dan BNI yang kini mengelola parkiran tetap menerima keberadaan juru parkir liar.

Dia menyebut petugas lapangan di parkiran hanya bertugas di gate pengambilan tiket keluar-masuk parkiran Pasar Perumnas Klender.

"Mereka sukarela lah. Mereka enggak kita gaji, waktu dikelola Dishub juga enggak. Boleh saja tanya sama Dishubnya. Di Perumnas Klender ada 11 joki," ujarnya.

Beberapa waktu lalu atau sebelum postingan keluhan warga akan juru parkir liar viral di media sosial, Reza mengaku ada kasus tindak pidana yang melibatkan joki.

Kala itu, satu pengunjung Pasar Perumnas Klender lalai meninggalkan handphonenya di motor lalu raib diambil joki parkir liar.

Diusir dari Lapangan, Novri Setiawan Dapat Catatan Khusus dari Manajemen Persija Jakarta

Nabung di Bank Sampah Koja Bisa Liburan ke Tiga Negara

Setelah pemilik menyalakan GPS handphonenya, barang tersebut sudah berada di rumah satu juru parkir liar yang mengambil handphone.

"Saya sudah kasih arahan ke mereka, pokoknya kalau ada hal itu terulang ya mereka enggak bisa lagi," tuturnya.

Ketika disinggung apa Jakpro dan BNI berniat mempertahankan keberadaan juru parkir liar, Reza tak menjawab gamblang.

Dia hanya mengatakan bila ada yang kedapatan memaksa warga membayar atau melakukan tindak pidana maka 11 juru parkir tersebut akan diberangus.

"Kalau hal itu terjadi lagi ya ditiadakan, kalau terjadi lagi. Jadi sudah kita tegaskan," lanjut Reza.

Penulis: Bima Putra
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved