Marketing Management Exhibition Pamerkan Produk Kreatif di Tangerang

Mahasiswa Prasetiya Mulya memperkenalkan berbagai produk inovatif buatan anak bangsa di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/7/2019).

Marketing Management Exhibition Pamerkan Produk Kreatif di Tangerang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Marketing Management Exhibition memamerkan puluhan produk yang dipamerkan buatan mahasiswa Prasetiya Mulya BSD, salah satunya adalah Biteeth Toothpills di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA, PAGEDANGAN - Mahasiswa Prasetiya Mulya memperkenalkan berbagai produk inovatif buatan anak bangsa di Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Selasa (9/7/2019).

Selain produk baru ciptaan mahasiswa, produk lama yang juga buatan mahasiswa tersebut dipamerkan dalam rangkaian acara Marketing Management Exhibition.

Satu diantara puluhan produk yang dipamerkan buatan mahasiswa Prasetiya Mulya BSD adalah Biteeth Toothpills

Biteeth Toothpills sendiri berbentuk sebuah pil yang cocok untuk warga yang doyan berpergian

"Kita sudah menemukan target market kita ke yang light weight traveling. Pil ini jika digigit nanti akan melebur kemudian disikat. Bentuknya juga kecil," kata CFO Biteeth, Elwinda Septiandhany.

Ia melanjutkan produknya yang sudah mengudara sejak 2018 itu punya dua jenis yakni chacoal dan mint berisi 10 butir tiap kemasannya.

"Pasta gigi kita natural tidak menggunakan flouride, Bahan-bahannya juga aman untuk ditelan dan juga aman untuk anak-anak," jelas Elwinda mahasiswa semester 4 Universitas Prasetiya Mulya itu.

Produk lainnya yang dipamerkan dalam Marketing Management Exhibition adalah produk makanan ringan yang sudah lebih dulu tercipta.

"Kita mencoba menawarkan gagasan campaign yang creative dengan bentuk carnival. Lalu kita menawarkan rasa baru yang disebut rasa nusantara," kata mahasiswa Prasetiya Mulya, Alexander Ronald Deniro.

Prasetyo Sebut Pemprov DKI Bakal Beri Bantuan Pencari Suaka Makan Tiga Kali Sehari

Disebut Polisi Kliennya Ingin Permalukan Fairuz, Pengacara Galih Ginanjar: Tak Etis untuk Disebarkan

Dikesempatan yang sama, Dosen Pemasaran sekaligus Wakil Dekan III Kemahasiswaan dan Alumni, Rudy Handoko menjelaskan, tujuan mahasiswanya melakukan pameran di atas sebagai bentuk integrasi konsep, teori, dan aplikasi.

"Bagaimana siswa dapat sadar implementasi teori seperti ini, mungkin tidak 100 persen pasti kepakai tapi mereka tahu dalam dunia nyata perlu sedikit bergeser, jadi konsep dibuat berdasarkan pengalaman di masa lalu sehingga bisa dipakai di masa depan," terang Rudy.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved