Meski Dianggap Telat, Warga Tetap Bersyukur Atas Dibukanya SMPN 57 Kota Bekasi

SMPN 57 Kota Bekasi resmi dibuka pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang kedua 8-9 Juli 2019

Meski Dianggap Telat, Warga Tetap Bersyukur Atas Dibukanya SMPN 57 Kota Bekasi
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gedung SD Negeri 10 Duren Jaya yang digunakan menjadi SMPN 57 Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Warga Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, merasa bersyukur dengan dibukanya SMPN 57 Kota Bekasi meski keputusan dibukanya unit sekolah baru tersebur terbilang telat.

SMPN 57 Kota Bekasi resmi dibuka pada pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) gelombang kedua 8-9 Juli 2019.

Lokasinya menempati bekas gedung SDN 10 Duren Jaya di Jalan Mohammad Yamin, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

"Alhamdulillah, Bersyukur kita ya, mudah-mudahan tahun depan udah enggak pusing lagi orangtua (cari sekolah)," kata Mini warga yang tinggal di sekitar lokasi SMPN 57 Kota Bekasi, Rabu (10/7/2019).

Kehadiran sekolah baru ini tak ubahnya angin segar untuk warga. Pasalnya, di Kelurahan Duren Jaya, belum terdapat SMP Negeri. Terlebih adanya peraturan zonasi murni yang membuat warga merasa sulit bersaing.

Terdapat dua sekolah yang dianggal paling dekat dari Kelurahan Duren Jaya, diantaranya SMPN 11 dan SMPN 32 Kota Bekasi. Namun dua sekolah itu berada di Kelurahan Aren Jaya yang jaraknya sekitar satu kilo meter.

Pada PPDB online tahap pertama yang dibuka pada 1-3 Juli 2019, tidak sedikit warga Duren Jaya yang gagal seleksi masuk lantaran nikai zonasinya kalah dengan siswa yang jarak rumah tinggalnya lebih dekat.

"Tetangga saya kemarin anaknya daftar di SMP 32, dapat skor 1,600 meter, enggak dapet kedelet dia kalah sama anak-anak yang rumahnya lebih deket," kata Roswati warga Duren Jaya.

Namun, warga juga menyangkan SMPN 57 Kota Bekasi dinilai telat dibuka. Sebab, tidak sedikit warga yang rumahnya dekat dengan lokasi sekolah justru terlanjur daftar di sekolah swasta.

"Banyak warga Duren Jaya yang enggak masuk sana (SMPN 57) karena infonya telat (dadakan), akhirnya udah pada keburu daftar ke swasta, kalau ke swastakan duit (pendaftaran) enggak bisa dibalikin," kata Roswati warga Duren Jaya.

Video Pengakuan AF, Wanita yang Hendak Lompat dari JPO di Margonda

Pelatih Persija Jakarta Tidak Puas Harus Berbagi Angka dengan Persib Bandung

Sementara itu, Kepala Seksi SMP Disdik Kota Bekasi Mawardi mengatakan, pendaftaran SMPN 57 hanya dibuka dua hari yakni 8-9 Juli 2019. Pendaftaran itu dibarengi dengan PPDB tahap kedua SMP Negeri lainnya di Kota Bekasi.

"Baru kemarin senin sama selasa aja, bareng gelombang kedua, tapi di SMPN 57 itungannya satu gelombang karena dia baru dibuka," ujarnya.

Mawardi menjelaskan, pendaftaran PPDB SMPN 57 Kota Bekasi dibuka dengan menumpang di SMPN 11, sebanyak tiga rombongan belajar (rombel) atau 108 kursi yang tersedia.

"Untuk sementara masih menginduk jadi pas proses belajar nanti guru-gurunya dari SMPN 11," imbuhnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved