Viral Pemilik Karaoke Tolak Ditutup Satpol PP, Mukhlis: Kalau Semua di Surga Neraka Siapa yang Isi

Pemilik dan Pemandu Lagu Hadang Petugas Saat Tutup Tempat Karaoke di Demak

Viral Pemilik Karaoke Tolak Ditutup Satpol PP, Mukhlis: Kalau Semua di Surga Neraka Siapa yang Isi
ARI WIDODO
Pemilik dan pemandu lagu saat menghadang petugas yang akan menyegel tempat karaoke Dewa Musik di Kadilangu, Demak, Rabu (3/7/2019). 

TRIBUNJAKARTA.COM, DEMAK - Tim Yustisi Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melakukan penutupan sejumlah tempat karaoke di wilayah Demak, Rabu (3/7/2019) siang.

Dilansir dari Kompas.com, Penutupan tempat karaoke diwarnai penolakan oleh pemilik usaha hiburan itu.

Saat mendatangi Karaoke Dewa Musik di Kadilangu, Demak, petugas Satpol PP yang dibantu aparat Polres Demak dan Kodim 0716 Demak dihadang oleh pemiliknya.

Muhammad Mukhlis, pemilik Dewa Musik bersama pekerja dan belasan pemandu lagu tempatnya bekerja menghadang petugas di depan pintu masuk saat berusaha menyegel karaoke miliknya.

"Ndi aturane kok arep disegel. Iki yo tanahku dewe. Tak bangun dewe. Nganggo duitku dewe. Ora ngrusuhi negara, kok arep mbok segel. Karepmu ki piye. (mana aturannya kok mau disegel. Ini tanahku sendiri. Saya bangun sendiri. Pakai uang sendiri. Tidak merepotkan negara, kok mau disegel)," teriak Mukhlis, yang disambut tepuk tangan pekerjanya.

Sebagai pengusaha, Mukhlis mengaku bingung karena selama delapan tahun merintis usaha hiburan lancar-lancar saja dan tidak terjadi apa-apa.

Baru belakangan ini saja usahanya dinilai melanggar aturan dan dilarang.

Mukhlis berdalih jika tempat usahanya ditutup maka 90 karyawan beserta anak istrinya akan terlantar.

"Buat tempat usaha kok dilarang. Ini bukan zaman penjajahan Belanda. Sebagai warga negara, saya mempunyai hak untuk menikmati kemerdekaan di atas bumi, air dan udara di bawah NKRI. Ini negara Pancasila," ujar dia.

Penyegelan di Karaoke Dewa Musik berlangsung alot. Setelah negosiasi selama hampir satu jam lebih, petugas akhirnya dapat melakukan penyegelan.

Halaman
1234
Penulis: wahyu tribun jakarta
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved