2 Perampok Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Malaysia: Ingin Cari Tambahan Ongkos ke Jepang

Rekaman CCTV dan keterangan para saksi, penyelidikan dimulai dari status kepemilikan kendaraan yang digunakan terduga pelaku.

2 Perampok Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Malaysia: Ingin Cari Tambahan Ongkos ke Jepang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat mengadakan konferensi pers soal perampokan toko emas Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/7/2019). 

Hasil interogasi kepada MNFR dan MNI, keduanyamengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan di SPBU Balaraja dan di Toko Emas Permata Balaraja.

“Selain pengakuan, kami juga mencocokkan barang bukti, keterangan saksi, dan profil keduanya. Hasilnya identik,” terangnya.

Sabilul Alif menyampaikan, tersangka MNI merupakan residivis kasus perampokan di Malaysia.

MNI, kata dia, pernah ditahan PDRM karena kasus perampokan toko emas di Kuala Lumpur, Malaysia.

MNI kemudian menjalani hukuman penjara dan bebas pada 3 Juni 2019.

Sedangkan MNFR berasal dari keluarga berkecukupan.

MNFR, kata Sabilul Alif, memiliki keinginan bekerja di Jepang.

Namun, MNFR tidak memiliki cukup uang untuk bertolak ke Jepang.

MNFR, terang Sabilul Alif, kemudian merencanakan merampok toko emas.

“Untuk memuluskan niatnya, MNFR mempelajari ikhwal perampokan toko emas melalui video di kanal YouTube,” beber Sabilul Alif.

Halaman
1234
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved