2 Perampok Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Malaysia: Ingin Cari Tambahan Ongkos ke Jepang

Rekaman CCTV dan keterangan para saksi, penyelidikan dimulai dari status kepemilikan kendaraan yang digunakan terduga pelaku.

2 Perampok Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Malaysia: Ingin Cari Tambahan Ongkos ke Jepang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif saat mengadakan konferensi pers soal perampokan toko emas Balaraja, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/7/2019). 

Sabilul Alif mengatakan, MNFR kemudian menceritakan niatnya kepada temannya berinisial MS.

Oleh MS, MNFR dikenalkan kepada MNI.

Setelah berdiskusi, kata Sabilul Alif, MNI sepakat mengikuti MNFR merampok toko emas, asalkan segala biaya perjalanan ditanggung MNFR.

“MNFR mengaku tidak memiliki alasan spesifik kenapa beraksi di Indonesia. Dia hanya mengatakan hobi berjalan-jalan."

"Ada pun motifnya, karena ingin menambah biaya perjalanan ke Jepang,” paparnya.

Sabilul Alif meneruskan, kedua tersangka mengaku tidak memiliki guide atau pemandu di Indonesia.

Keduanya mengaku dapat mengetahui lokasi dengan mempelajarinya melalui aplikasi Waze dan aplikasi Google Street View.

Dengan dua aplikasi itu, para tersangka mengaku dapat memonitor lokasi strategis, termasuk menentukan target perampokan.

Sabilul Alif mengatakan, seusai beraksi di Indonesia, keduanya bergegas kembali ke Malaysia.

Menurut pengakuan keduanya, emas hasil rampokan di Balaraja dibawa ke Malaysia.

Namun, lanjut Sabilul Alif, keduanya masih menutupi keberadaan barang bukti emas.

“Meski ada keterbatasan aturan negara setempat, namun kami masih terus cari barang bukti emas itu,” cetus Sabilul Alif.

Sabilul Alif juga menerangkan, pada 28 Juni 2019, kedua tersangka kembali melakukan aksi perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor, Malaysia.

Atas informasi dari penyidik Polri, PDRM berhasil mengungkap perampokan di SPBU Kuala Lumpur dan Selangor itu.

Keduanya, kata Sabilul Alif, kemudian ditangkap dan ditahan PDRM pada 2 Juli 2019.

“Mengingat keduanya merupakan warga negara Malaysia dan juga melarikan diri ke negara asalnya, maka tentu berlaku ketentuan-ketentuan diplomatik."

"Ketentuan itu tentu harus dihormati sebagai bentuk penghargaan atas kedaulatan dan yurisdiksi suatu negara,” ucap Sabilul Alif.

Surjana Gantungkan Hidup dari Jual Cacing dan Lumut di Jalan Akses Marunda

Perampok Toko Emas Balaraja dari Luar Negeri, Kapolres: Baru Pertama Kali di Indonesia

Billy Syahputra Bilang Mau Buat Video Konten Bersama Mantan Pacar, Elvia Marah Sampai Ngamuk

Di samping itu, kata Sabilul Alif, saat ini keduanya pun dihadapkan pada masalah hukum atas kasus perampokan di negaranya.

Maka, keduanya saat ini masih dalam penahanan PDRM.

Ancaman hukuman keduanya atas kejahatan perampokan yang mereka lakukan di Malaysia adalah 10 sampai 15 tahun penjara.

“Langkah hukum yang kami ambil selanjutnya saat ini masih dikoordinasikan dengan pihak berwenang di negara setempat,” papar Sabilul Alif.

Pada pengungkapkan kasus ini, polisi mengamankan barang bukti rekaman CCTV, korek api berbentuk senjata jenis revolver, dan korek api berbentuk senjata jenis baretta.

Juga, 1 unit mobil Avanza warna putih tahun 2017 Nopol B 2069 UFC, 6 buah baki emas, dan 34 dudukan gelang. (Andika Panduwinata)

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: Dua Perampok Toko Emas di Balaraja Tangerang Warga Malaysia

Editor: Erik Sinaga
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved