Breaking News:

Ibadah Haji 2019

Dua Jemaah Calhaj Embarkasi Jakarta Pondok Gede Gagal Mengikuti Ibadah Haji Tahun Ini

dua jemaah calon haji di Kloter 3 Provinsi DKI Jakarta Embarkasi Jakarta Pondok Gede dipastikan gagal mengikuti ibadah ke tanah suci tahun ini

Penulis: Nur Indah Farrah Audina | Editor: Muhammad Zulfikar
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKASAR - Sebanyak dua jemaah calon haji di Kloter 3 Provinsi DKI Jakarta Embarkasi Jakarta Pondok Gede dipastikan gagal mengikuti ibadah ke tanah suci tahun ini.

Saat ini jemaah calon haji Emberkasi Jakarta Pondok Gede sudah memasuki kloter delapan Provinsi DKI Jakarta asal Jakarta Barat.

Kepala Bidang Pengendalian Risiko Lingkungan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Soekarno Hatta, Sutjipto memastikan dua orang jemaah calon haji dipastikan gagal mengikuti ibadah ke Tanah Suci tahun ini.

"Sebenarnya dari jemaah calhaj yang dirujuk itu tetap bisa terbang asalkan kondisinya sudah membaik. Namun ketika kondisinya tidak memungkinkan maka akan dibatalkan secara final untuk keberangkatannya tahun ini. Terhitung dari kloter satu sampai delapan hari ini, ada dua jemaah calon haji yang memang di pastikan sampai final gagal terbang," jelasnya, Kamis (11/7/2019).

Dua jemaah calon haji tersebut bernama Suyitno (60) dan Tri Korawati (56). Keduanya terdaftar dalam calon jemaah haji kloter tiga Provinsi DKI Jakarta asal Jakarta Pusat.

Suyitno memiliki Tuberkulosis (TB) aktif dan dipastikan menular setelah dilakukan tindakan lebih lanjut ke Rumah Sakit Haji Jakarta.

Sekda DKI Perintahkan Wali Kota Jakarta Pusat Sterilisasi Trotoar Kebon Sirih dari Pencari Suaka

Gubernur Kepri Bungkam saat Tiba di Gedung KPK

Sang istri, Tri Korawati yang merupakan pendamping akhirnya ikut menunda ibadahnya tahun ini akibat kondisi yang dialami oleh sang suami.

"Atas dasar hasil dari RS Haji itu dipending karena memiliki TB. Kami jelaskan kepada jemaah tersebut dan akhirnya jemaah sendiri yang memutuskan untuk tidak jadi berangkat," sambungnya.

Menurut Sutjipto, para jemaah calon haji mungkin saja tidak mengetahui penyakit yang timbul pada dirinya ketika mendekati keberangkatan. Sebab secara pemeriksaan mereka sudah dinyatakan layak berangkat di tingkat Kota/Kabupaten. Hanya saja kerap kali dirujuk ke RS Haji Jakarta ketika pemeriksaan akhir akibat penyakit yang ada.

"Mereka memang sudah dinyatakan layak terbang pada pemeriksaan tingkat Kota/Kabupaten. Tapi kan keputusan layak atau tidak itu ditentukan 3 bulan lalu. Dalam waktu 3 bulan itu bisa saja berubah. Makanya di sini kita evaluasi kembali. Yang pertama, dia layak diterbangkan atau tidak dan yang kedua dia ada penyakit karantina atau tidak. Ketika layak maka mereka akan ikut ibadah haji," tutupnya.

Namun, untuk penyakit menular seperti TB, jemaah calon haji dipastikan tidak layak terbang guna menghindari penularan kepada jemaah calon haji lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved