Breaking News:

Ibadah Haji 2019

Ibadah Haji Tahun 2019 Diharapkan Ramai dengan Urusan Ibadah

Setiap tahun pelaksanaan musim haji selalu ramai dengan hal-hal pendukung tapi kurang dalam sosialisasi masalah manasik haji.

Editor: Kurniawati Hasjanah
Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019
Ribuan umat muslim melakukan thawaf mengelilingi Kabah usai shalat subuh di Masjidil Haram, Makkah, Kamis (11/7/2019). Hari ini para jemaah haji dari berbagai penjuru dunia mulai berdatangan untuk menyambut musim haji 1440H. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Husain Sanusi Dari Makkah

TRIBUNJAKARTA.COM, MAKKAH – Setiap tahun pelaksanaan musim haji selalu ramai dengan hal-hal pendukung tapi kurang dalam sosialisasi masalah manasik haji.

Padahal manasik haji adalah inti dari alasan utama umat Islam berangkat ke Tanah Suci.

Mulai dari masalah transportasi, hotel, makanan, kesehatan hingga makanan selalu menonjol dalam setiap musim haji tiba.

Tapi masih sedikit sekali masyarakat mengetahui informasi apakah 231 ribu jemaah haji yang berangkat ke tanah suci itu benar-benar sudah faham dengan prosesi pelaksanaan ibadah haji yang banyak sekali ragamnya.

“Tanpa mengurangi pentingnya faktor pendukung dalam pelaksanaan ibadah haji masalah manasik ibadah haji ini sangat penting untuk disosialisasikan ke jemaah haji. Karena itu adalah hal utama alasan manusia datang ke tanah suci,” kata Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Subhan Cholid.

 

Jemaah haji embarkasi Solo (SOT) 8 tiba di hotel  Rotana Almesk Madinah sekitar lukul 10.00 waktu Arab Saudi. 358 Keterangan Foto- Jemaah haji embarkasi Solo asal Klaten dan Sragen mendarat di Bandara Prince Mohammed bin Abdul aziz sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi, Selasa (9/7/2019).
Jemaah haji embarkasi Solo (SOT) 8 tiba di hotel Rotana Almesk Madinah sekitar lukul 10.00 waktu Arab Saudi. 358 Keterangan Foto- Jemaah haji embarkasi Solo asal Klaten dan Sragen mendarat di Bandara Prince Mohammed bin Abdul aziz sekitar pukul 09.00 waktu Arab Saudi, Selasa (9/7/2019). (Darmawan/MCH2019)

Untuk itu, Kementerian Agama Republik Indonesia tahun ini berusaha sekuat tenaga meningkatkan bimbingan kepada jemaah haji dengan menambah petugas bimbingan ibadah atau konsultan ibadah agar benar cara ibadah hajinya.

“Untuk petugas bimbingan ibadah ada tambahan cukup banyak, karena memang kebutuhan untuk itu cukup besar. Kita berharap adanya konsultan ibadah ini dapat memberikan pencerahan dan makna bagi pelaksanaan haji para jemaah,” kata Subhan.

Pada musim haji 1440H/2019M ini, di Makkah terdapat tiga orang konsultan ibadah yang ditempatkan di Kantor Daker Makkah, serta dua pembimbing ibadah pada 11 sektor yang ada. “Totalnya sekitar 25 orang,” ujar Subhan.

“Jadi selain nanti para konsultan bimbingan ibadah akan aktif memberikan bimbingan kepada jemaah di hotel-hotel, nanti mereka juga akan membuka bimbingan di kantor sektor. Sehingga, jemaah, siapa saja, kapan saja bisa melakukan konsultasi kepada mereka,” lanjutnya.

Aktivitas jemaah haji Indonesia di Makkah diperkirakan akan mulai menggeliat pada 15 Juli 2019 mendatang, seiring kedatangan jemaah haji yang telah menyelesaikan ibadah arbain di Madinah.

“Jemaah haji asal Magetan yang tergabung di kloter SUB 01, akan menjadi rombongan jemaah pertama yang tiba di Makkah. Mereka selanjutnya akan ditempatkan di wilayah Mahbas Jin,” ungkap Subhan.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved