Ibadah haji 2019

Jemaah Haji Diduga Kerap Menyembunyikan Kehamilan

Namun untuk tes kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Bidang Kesehatan PPIH melakukan pemeriksaan secara ketat dan memyeluruh

Jemaah Haji Diduga Kerap Menyembunyikan Kehamilan
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Yani Dwiyuli Ketua Panitia Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Hingga kelompok terbang (kloter ) 18, sebanyak dua jemaah calon haji asal Jawa Barat terpaksa gagal diberangkatkan ke tanah suci tahun ini.

Hal ini terjadi lantaran, ketahuan hamil saat diperiksa di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

Dua jemaah calon haji itu yakni, Neng Sarah Asep (25) kloter 2 asal Kabupaten Cianjur dan Dedeh Kurnia (39) kloter 15 asal Kabupaten Sukabumi.

Ketua Panitia Bidang Kesehatan PPIH Jawa Barat Yani Dwiyuli mengatakan, fenomena temuan jemaah haji yang ketahuan hamil saat sudah tiba di Asrama Haji diduga karena, jemaah banyak yang berusaha menyembunyikan.

Tes kesehatan untuk seluruh jemaah haji sejatinya dilakukan secara bertahap sebanyak tiga kali. Pertama, di Puskesmas, kedua di Dinas Kabupaten/Kota asal jemaah haji dan ketiga di Asrama Haji Embarkasi Bekasi.

"Sebenernya kan kalau kehamilan sudah tinggi dia sudah harus dicancel di daerah, tapi di daerah informasinya negatif," kata Yani di Bekasi, Kamis (11/7/2019).

Jemaah haji Dedeh Kurnia misalnya, dia batal berangkat haji tahun ini karen dipastikan hamil dengan usia kandungan 29 pekan. Pada saat pemeriksaan di daerah dan proses vaksinasi, dia sempat menyangkal bahwa sedang hamil.

Petugas PPSU Ini Mampu Menyulap Barang Rongsokan Jadi Miniatur Mobil Seharga Ratusan Ribu

"Sekitar bulan Mei dia dilakukan vaksinasi, itu kan saat itu dites urin, harusnya sudah ketahuan di Mei, entah seperti apa, apa urin orang lain, bisa jadi. Karena di sana enggak terlalu ketat," jelas dia.

Namun untuk tes kesehatan di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Bidang Kesehatan PPIH melakukan pemeriksaan secara ketat dan memyeluruh demi keamanan jemaah.

"Kadang-kadang jemaah nipu, makanya disini (Asrama Haji) ketat. Body searching tidak boleh bawa tas, perabaan, langsung tes urin, kalau positif (hamil), langsung kita USG, hasil USG ini yang menentukan," paparnya.

Yani menjelaskan, sesuai keputusan bersama Menteri Agama dan Menteri Kesehatan, batas usia kehamilan yang aman bagi jemaah calon haji yakni 14 pekan hingga 26 pekan.

"Di bawah atau melewati usia kandungan tersebut tidak diperkenankan untuk diberangkatkan," jelasnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved