Penerapan Simplifikasi Roadmap Cukai Dinilai akan Berdampak Pada Jumlah Pekerja di Sektor IHT

Sudarto mengatakan penerapan simplifikasi secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap jumlah pekerja

Penerapan Simplifikasi Roadmap Cukai Dinilai akan Berdampak Pada Jumlah Pekerja di Sektor IHT
KOMPAS.com/ Ahmad Winarno
Petani tembakau di Desa Pekauman Kecamatan Grujugan Bondowoso, Jawa Timur 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Sejumlah kalangan baik dari kalangan politisi, asosiasi tembakau maupun pelaku usaha tembakau mengaku tidak sependapat jika ada wacana penggabungan antara Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Putih Mesin (SPM) serta rencana penggabungan layer 1 untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT).

Ketua Panja RUU Tembakau Firman Subagyo menilai, penggabungan itu hanya akan meningkatkan jumlah pengangguran.

Menurutnya, jika penggabungan layer 1 SKT dilalukan, maka banyak produsen rokok akan kalah bersaing dan tentunya berdampak pada pengurangan jumlah karyawan sebagai langkah efisiensi.

"Kami keberatan dengan hal ini, masyarakat banyak harus dipikirkan juga,” ujar Firman di Jakarta.

Firman memprediksi, tahun ini tidak akan ada pembahasan mengenai perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK).

Sementara itu, Ketua Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau, Makanan dan Minuman (FSP RTMM-SPSI) Sudarto mengatakan penerapan simplifikasi secara langsung dan tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap jumlah pekerja di sektor Industri Hasil Tembakau (IHT).

"Semua regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah itu pasti memberikan dampak bagi pekerja, terutama pekerja dalam sektor tembakau. Beberapa serikat pekerja ada yang sudah memberikan laporan kepada saya mengenai dampak penerapan simplifikasi ini," kata Sudarto dalam keterangannya, Kamis (11/7/2019).

2 Nama Calon Pengganti Almarhum Sutopo Disiapkan, BNPB: Dia Bukan Humas Biasa

Polisi Gagalkan Peredaran Mata Uang Asing Palsu Senilai Miliaran Rupiah

Sudarto melanjutkan, bukan hanya issue mengenai simplifikasi dan roadmap cukai, namun keseluruhan regulasi pemerintah tentang IHT pasti memberikan dampak pada jumlah pekerja.

“Sebab selama ini, semangatnya kan hanya untuk menaikkan pajak dan meningkatkan pendapatan negara, tapi mengurangi jumlah pekerja. Jadi pasti berdampaklah,” jelasnya.

Pada prinsipnya, kata dia, keberlangsungan IHT itu sangat tergantung dari regulasi-regulasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah.

"Regulasi yang ada akan berdampak kepada keberlangsungan perusahaan hasil tembakau. Dengan makin berkurangnya jumlah industri hasil tembakau, tentu saja akan berdampak kepada tenaga kerja yang ada," papar Sudarto.

Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved