Pengamat Sebut Kebijakan Tilang Elektronik dengan Kamera Canggih, Efektif Tegakan Aturan Lalu Lintas

Ia berharap adanya teknologi dalam penegakan hukum di jalan raya dapat membuat pelanggaran lalu lintas menurun.

Pengamat Sebut Kebijakan Tilang Elektronik dengan Kamera Canggih, Efektif Tegakan Aturan Lalu Lintas
TribunJakarta.com/Suci Febriastuti
Jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jakarta Pusat menggelar sosialisasi sistem electronic traffic law enforcement (ETLE) kepada pengguna kendaraan pada Senin (26/11/2018). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PALMERAH - Mulai 1 Juli 2019 Polda Metro Jaya telah menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) di 10 titik pantau di sekitar Jalan Thamrin-Sudirman, Jakarta Pusat.

Kamera tersebut tidak hanya menangkap kendaraan yang menerobos marka jalan atau lampu merah.

Namun, juga bisa mendeteksi pengendara yang tak mengenakan sabuk pengaman hingga bermain ponsel.

Menanggapi kebijakan tersebut, analis Kebijakan Transportasi dan Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), Azas Tigor Nainggolan menilai keberadan ETLE merupakan terobosan Polri dalam menjawab kemajuan teknologi.

"Perkembangan jumlah pengguna kendaraan bermotor begitu masif termasuk jumlah pelanggaran lalu lintasnya, cara-cara lama dinilai tak efektif dengan perkembangan zaman," kata Azas kepada wartawan, Kamis (11/7/2019).

Soal Pengadaan CCTV untuk ETLE, Pemprov DKI Bahas Usulan Bantuan yang Diajukan PIhak Kepolisian

Ia berharap adanya teknologi dalam penegakan hukum di jalan raya dapat membuat pelanggaran lalu lintas menurun.

Sebab, tingginya angka kecelakaan lalu lintas kerap kali berawal dari adanya pelanggaran.

"Untuk menekan pertumbuhan angka pelanggaran tersebut harus ada terobosan atau inovasi dalam cara pengawasan dan penegakan peraturan lalu lintas di lapangan atau di jalan raya," katanya.

Selain itu, ia menyebut keberadaan ETLE membuat kinerja kepolisian di lapangan menjadi lebih efektif.

Sebab, semuanya sudah terekam otomatis. Petugas tak perlu menilang pengendara secara manual.

Dengan begitu, diharapkan perilaku pengendara dapat menjadi lebih baik.

"Sehingga perubahan perilaku yang dibangun akan mengurangi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, maka ETLE merupakan sejarah baru pengawasan dan keselamatan berlalu lintas," kata Azas.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved