Perampok Toko Emas Balaraja Ternyata Warga Malaysia Menggunakan Pedang dan Pistol

Aksi keduanya pun tertangkap kamera pengintai menggunakan sebuah senjata api jenis revolver dan sebuah pedang jenis samurai.

Perampok Toko Emas Balaraja Ternyata Warga Malaysia Menggunakan Pedang dan Pistol
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif menunjukan foto tersangka yang berasal dari Malaysia, di Mapolresta Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, BALARAJA - Ternyata para pelaku perampokan toko emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang, merupaka Warga Negara Asing (WNA) asal Malaysia.

Sebelumnya diketahui dua orang pelaku tersebut beraksi di Toko Emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang Pada Sabtu (15/6/2019) sekira pukul 09.00 WIB.

Aksi keduanya pun tertangkap kamera pengintai menggunakan sebuah senjata api jenis revolver dan sebuah pedang jenis samurai.

Diduga, kedua tersangka telah membawa kabur enam kilogram emas senilai Rp1,6 miliar.

Namun, menurut Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif, keduanya diketahui merupakan WNA asal negara Jiran, Malaysia.

"Kami saat melakukan pendalaman dan serangkaian penelusuran keduanya adalah WNA dari Malaysia," tegas Sabilul di Mapolresta Tangerang, Kamis (11/7/2019).

Diketahui keduanya langsung melarikan diri usai melancarkan aksinya menuju Tol Jakarta-Merak ke arah Jakarta.

Polisi Terus Kejar Perampok Toko Emas di Tangerang Hingga Luar Pulau Jawa

Menurut Sabilul, mereka langsung terbang ke negara asalnya menggunakan pesawat terbang melalui Bandara Soekarno-Hatta.

Sekembalinya ke Malaysia, kata Sabilul, keduanya kembali melakukan aksi serupa yakni menucuri toko emas di sana.

Diketahui keduanya melakukan perampokan tanggal 28 dan 29 Juni 2019 di kawasan Kuala Lumpur dan Pahang.

"Sama melalukan rampok di SPBU, lalu dilakukan penangkapan pada tanggal 2 Juli kepada keduanya," jelas Sabilul.

Untuk saat ini, kedua tersangka diserahkan kepada kepolisian Malaysia atau kepada Polisi Diraja Malaysia (PDRM) karena merupakan warga negara mereka.

Keduanya pun diancam hukuman penjara paling lama 15 tahun sesuai dengan hukum negara Malaysia.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved