Petugas PPSU Ini Mampu Menyulap Barang Rongsokan Jadi Miniatur Mobil Seharga Ratusan Ribu

Melihat banyaknya miniatur mobil yang berbahan besi dibuang begitu saja membuat berpikir untuk memodifikasi ulang barang tersebut.

Petugas PPSU Ini Mampu Menyulap Barang Rongsokan Jadi Miniatur Mobil Seharga Ratusan Ribu
TribunJakarta.com/Nur Indah Farrah Audina
Iwan Gunawan (25) PPSU Kelurahan Dukuh saat ditemui dikediamannya, Jalan Penggilingan Baru I, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis (11/7/2019) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Iwan Gunawan (25) modifikasi miniatur mobil rongsokan jadi miniatur mobil seharga ratusan ribu rupiah.

Iwan yang saat ini tergabung dalam tim oranye Kelurahan Dukuh, Kramat Jati, Jakarta Timur mencari penghasilan tambahan untuk menghidupi kelima anaknya.

Memiliki keahlian di dunia seni, lantas dijadikannya untuk pekerjaan sampingannya.

Melihat banyaknya miniatur mobil yang berbahan besi dibuang begitu saja membuat berpikir untuk memodifikasi ulang barang tersebut.

Dengan bermodalkan Rp 5-30 ribu untuk membeli bahan dasar di tukang rongsokan maupun loak, ia memodifikasi miniatur mobil seperti bentuk awalnya.

"Dulu sempat terpuruk pas resign dari kerjaan di tahun 2014. Kemudian saya kerja jadi apa aja, mulai dari tukang sampah, ojek pangkalan dan akhirnya kepikiran buat modif mobil bekas. Akhirnya dapat bahan dasarnya dari rongsokan saya belikan cat dan material lainnya buat tambahan. Alhamdulillah malah keterusan sampai sekarang," ungkapnya, Kamis (11/7/2019).

Belum Terkalahkan di Liga 1 2019, Rahmad Darmawan Punya Misi Khusus Bersama Tira Persikabo

Dinas Kesehatan DKI Jakarta Beberkan Penyakit yang Timbul Akibat Polusi Udara

Miatur mobil yang sudah jadi dijualnya dengan harga termurah yakni Rp 70 ribu. Semua harga bisa mencapai ratusan ribu tergantung lamanya proses modifikasi dan mahalnya material yang dibeli.

"Begitu sudah kelar, saya jual lewat WA, FB dan IG aja. Jadi kebetulan teman saya itu banyak yang koleksi miniatur mobil begini. Alhamdulillah tambahannya lumayan buat biaya hidup sehari-hari. Sebab kalau jual bisa Rp 100-300 ribu juga," lanjut dia.

Ketika terjun di pasukan oren, Iwan tak melupakan pekerjaan sampingannya ini meskipun pekerjaan utamanya selalu didahulukan.

Ketika libur kerja, ia selalu sempatkan untuk pergi ke tukang rongsokan maupun tukang loak untuk menanyakan apakah ada miniatur mobil yang dibuang.

Ketika ada, ia akan langsung membelinya dan memodifikasi ketika memiliki waktu senggang. Dan hasilnya diberikan kepada sang istri untuk ditabung.

Penulis: Nur Indah Farrah Audina
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved