PT MRT Jakarta dan ITDP Indonesia Tanda Tangan Nota Kesepahaman, Ini 5 Poinnya

Nota kesepahaman ini menyoal studi integrasi antar moda serta optimalisasi konektivitas pejalan kaki dan sepeda, di sepanjang koridor MRT Jakarta

PT MRT Jakarta dan ITDP Indonesia Tanda Tangan Nota Kesepahaman, Ini 5 Poinnya
TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat
Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar (kiri) bersama Yoga Adiwinarto (kanan) selaku South-East Asia Director ITDP Indonesia menandatangani nota kesepahaman, di kantor MRT Jakarta, lantai 22 Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Muhammad Rizki Hidayat

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Direktur PT MRT Jakarta, William Sabandar bersama Yoga Adiwinarto selaku South-East Asia Director ITDP Indonesia menandatangani nota kesepahaman, di kantor MRT Jakarta, lantai 22 Wisma Nusantara, Jakarta Pusat.

Nota kesepahaman ini menyoal studi integrasi antar moda serta optimalisasi konektivitas pejalan kaki dan sepeda, di sepanjang koridor MRT Jakarta.

Adapun lima poin dari isi nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta dengan Institute for Transportation and Development Policy (ITDP).

Poin pertama, kata William Subandar, yakni strategi integrasi tanpa hambatan dengan moda lain yang bersinggungan dengan MRT Jakarta.

Kedua, lanjutnya, tentang peningkatan aksesibilitas dan konektivitas pejalan kaki serta pesepeda di sekitar
koridor MRT Jakarta.

Ketiga, adalah strategi penyediaan koneksi first-mile dan last mile dengan berbasis micromobility.

Keempat, yaitu terkait strategi pembatasan parkir kendaraan pribadi di kawasan transit oriented development.

"Terakhir atau kelima, yaitu peningkatan konektivitas antar moda, pejalan kaki, serta pengguna sepeda di proyek MRT Jakarta fase dua," kata William, sapaannya, di kantor MRT Jakarta, Kamis (11/7/2019).

Penulis Status Tak Usah Pajang Foto Presiden Ditetapkan Sebagai Tersangka

VIDEO Jemaah Calon Haji Ketahuan Bawa Enam Pack Rokok

Untuk mewujudkan lima poin tersebut, kata William, akan membentuk tim dan melibatkan masyarakat.

"Dalam hal ini, masyarakat diharapkan dapat sosialisasi, kampanye untuk menggalang akses tingkat komunitas dalam membuka ruang, agar masyarakat bisa nyaman menggunakan jalan di sekitar stasiun,” ucap William.

Dia melanjutkan, kerja sama ini juga bakal merancang peningkatan petunjuk arah menuju stasiun MRT khusus pejalan kaki dan pesepeda.

"Lalu pada level pemerintah seperti pembangunan infrastruktur trotoar," jelas William.

Rencananya, kata William, nota kesepahaman dengan ITDP Indonesia ini akan berlaku sampai dua tahun ke depan.

"Semoga dengan adanya kerja sama antara ITDP Indonesia dan PT MRT Jakarta ini, diharapkan kualitas akses dan integrasi yang lebih prima dapat terwujud dengan
cepat di Jakarta,” William berharap.

Penulis: Muhammad Rizki Hidayat
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved