Sekda DKI Perintahkan Wali Kota Jakarta Pusat Sterilisasi Trotoar Kebon Sirih dari Pencari Suaka

Pemprov DKI akan memindahkan para pencari suaka yang bermukim di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat ke kawasan Kalideres

Sekda DKI Perintahkan Wali Kota Jakarta Pusat Sterilisasi Trotoar Kebon Sirih dari Pencari Suaka
TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci
Sejumlah imigran pencari suaka yang tampak memadati trotoar di Jalan Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/7/2019). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta yang juga merupakan Pelaksana Harian (PLH) Gubernur Saefullah, meminta kepada Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara untuk melakukan sterilisasi di trotoar Kebon Sirih dari para pencari suaka.

Pemprov DKI akan memindahkan para pencari suaka yang bermukim di trotoar Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat ke kawasan Kalideres, tepatnya di lahan ex kodim, Jakarta Barat.

"Jadi gini, Wali Kota Jakarta Barat saya minta untuk menyiapkan tendanisasi disana (Kalideres), dan Wali Kota Jakarta Pusat, harus menjaga lokasi ini (Kebon Sirih) agar saat sudah dipindah jangan sampai ada lagi," kata Saefullah, di Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2019).

Saefullah, ingin agar Satpol PP DKI Jakarta melakukan pengamanan di sekitar trotoar Jalan Kebon Sirih.

Ia meminta, agar para pencari suaka tak kembali ke trotoar itu lagi pasca dipindahkan.

Apalagi, hal ini juga mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat yang melintasi trotoar itu.

Gubernur Kepri Bungkam saat Tiba di Gedung KPK

"Ya (dijaga) Satpol PP, semua juga boleh. Soal tuntutan mereka ke UNHCR ya itu urusan UNHCR. Soal anggaran, di Dinsos itu sudah ada pagu, kalau buat kedaruratan itu memang sudah ada. Jadi gak repot repot lagi, ada kebakaran, kebanjiran, musibah lain, darurat seperti ini itu bisa dipakai," beber dia.

Para pencari suaka dari berbagai negara, sudah sekitar dua minggu menetap di trotoar Kebon Sirih setelah sebelumnya tinggal di jalan-jalan depan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Jakarta, Kalideres, Jakarta Barat.

Mereka meminta kepada United Nations High Commissioner for Refugeest (UNHCR) agar segera diberikan tempat tinggal untuk berlindung.

Pasalnya, para pengungsi itu mengaku enggan dikembalikan ke tempat asalnya. Menurut mereka, saat ini keadaan sedang tidak kondusif karena terjadi konflik di negaranya.

Hingga kini, tuntutan mereka belum juga dikabulkan oleh pihak UNHCR hingga Pemprov DKI berencana untuk merelokasinya mereka ke lahan ex Kodim Jakarta Barat karena alasan kemanusiaan.

Penulis: Pebby Ade Liana
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved