WNA Ketahuan Simpan Sabu di 998 Kacing yang Tertempel di Baju Adat Afrika

HMI (64) ketahuan menyimpan barang haram tersebut di kancing pakaian adat Afrika setelah terbang dari Benin, Ethiopia menuju Bandara Soekarno-Hatta

WNA Ketahuan Simpan Sabu di 998 Kacing yang Tertempel di Baju Adat Afrika
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Barang bukti narkotika jenis sabu yang disimpan HMI (64) di dalam baju adat Afrika melalui Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (11/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Republik Benin, Afrika ketahuan Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta setelah sembunyikan 1.856 gram narkotika jenis sabu di pakaian adat Afrika.

HMI (64) ketahuan menyimpan barang haram tersebut di kancing pakaian adat Afrika setelah terbang dari Benin, Ethiopia menuju Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (22/6/2019).

Kepala Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta Erwin Situmorang menjelaskan, tipu daya HMI berhasil terbongkar ketika petugas mencurigai 998 butir kancing yang menempel di delapan buah baju adat Afrika yang dibawanya.

Ternyata, di dalam kacing tersebut terdapat narkotika jenis sabu yang disembunyikan HMI.

"Berdasarkan x-ray dan profiling penumpang, ada 998 butir kancing yang terpasang pada delapan potongan pakaian tradisional Afrika, dan setelah diperiksa ternyata benar ada serbuk kristal putih yang setelah diidentifikasi merupakan sabu seberat 1.856 gram," jelas Erwin, Kamis (11/7/2019).

Berdasarkan temuannya, petugas bea cukai saat itu di lapangan langsung berkoordinasi dengan Bareskrim Polri untuk segera dilakukan controlled delivery.

Dari controlled delivery itu, lanjut Erwin, Bareskrim Polri menangkap AS (19) untuk menerima barang bawaan HMI pada Minggu (23/6/2019).

"Tim gabungan akhirnya berhasil mengamankan seorang WNI berinisial AS yang mengaku diperintah untuk mengambil barang dari pelaku HMI," terang Erwin.

Vonis 2 Tahun Penjara Ratna Sarumpaet: Timbulkan Keonaran, Bukan Tutupi Operasi Plastik

Sebelumnya, Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta juga berhasil menggagalkan percobaan penyelundupan narkoba jenis sabu yang dibawa oleh warga negara asing Pantai Gading berinisial AT (30).

AT diketahui mencoba menyelundupkan sabu dengan cara menelannya atau swallow namun, berhasil terungkap saat pelaku dilakukan rontgen.

"Pelaku berhasil dibekuk karena menelan kapsul yang berisi sabu dengan total 47 butir kapsul atau seberat 798 gram sabu. Rencananya sabu itu akan dikirim ke wilayah Jakarta," ujar Erwin.

Saat ini, ketiganya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian Polresta Bandara Soekarno-Hatta untuk mencari pelaku lain dan pengembangan kasus.

"Ketiga pelaku dikenakan Undang-undang 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, seumur hidup, atau penjara paling lama 20 tahun dan denda maksimum Rp10 miliar," tandas Erwin.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved