7 Fakta Perampokan Toko Emas Tangerang oleh Warga Malaysia: Buat Tambahan Kerja di Jepang

Jajaran Polresta Tangerang bersama Polda Banten dan Polisi Diraja Malaysia berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas Permata, Balaraja.

7 Fakta Perampokan Toko Emas Tangerang oleh Warga Malaysia: Buat Tambahan Kerja di Jepang
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif (kanan) bersama Kasatreskrim Polresta Tangerang, AKP Gogo Galesung saat menunjukan barang bukti kendaraan roda empat yang digunakan pelaku, Kamis (11/7/2019). 

Ingin menambah biaya untuk ongkos bekerja di Jepang memaksa warga negara Malaysia nekat merampok toko emas di wilayah Balaraja, Kabupaten Tangerang.

Ternyata, MNRF yang menginisiasi tindakan itu mempunyai motif tersendiri yakni ingin menambah ongkos untuk bekerja di negeri sakura, Jepang.

"MNFR mengaku tidak punya alasan spesifik, hanya bilang ya ingin tambah biaya untuk kerja ke jepang," kata Sabilul.

Pasalnya, MNFR sudah direstui oleh orang tuanya untuk bekerja di Jepang dan sudah diberikan uang senilai Rp30 juta untuk modal awal.

Namun, kata Sabilul, MNRF merasa modal yang diberikan tidak cukup untuk dia berangkat dan uang selama di Jepang hingga nekat berencana untuk merampok hingga negari seberang, Indonesia.

"Akhirnya uang Rp30 juta yang diberikan orang tuanya MNRF digunakan pelaku sebagai modal uang transportasi keduanya untuk bertolak ke Tangerang," ucap Sabilul.

5. Hobi travelling jadi alasan merampok di Indonesia

Sehari pasca perampokan, toko emas Permata, yang berlokasi di kolong flyover Balaraja, Jalan Raya Serang, Telaga Sari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali buka, Minggu (16/6/2019).
Sehari pasca perampokan, toko emas Permata, yang berlokasi di kolong flyover Balaraja, Jalan Raya Serang, Telaga Sari, Balaraja, Kabupaten Tangerang, kembali buka, Minggu (16/6/2019). (TribunJakarta.com/Jaisy Rahman Tohir)

Kenapa Indonesia? MNRF mengaku kepada petugas kalau karena memiliki hobi traveling dan pernah mengunjungi Indonesia pada tahun 2013 dan 2015 silam.

Sedangkan, MNI baru pertama kali menginjakan kaki di Indonesia untuk menemani MNRF beraksi.

"Pada saat itu MNRF memang pernah ke Indonesia untuk berlibur habis kerja dari Selandia Baru," ujar Sabilul.

"Jadi MNRF ini tidak punya alasan spesifik kenapa pilih Indonesia, cuma bilang kalau memang hobi traveling," tambahnya.

6. Kejadian pertama kali di Indonesia

Perampokan toko emas Permata di Balaraja, Kabupaten Tangerang oleh orang asing ternyata baru pertama kalinya terjadi di Indonesia.

Kata Sabilul Alif, kasus yang sempat viral di media sosial lantaran rekaman aksi tersangka terekam CCTV itu baru terjadi pertama kali di Indonesia.

"Perlu diketahui bahwa kasus seperti ini baru pertama kali ada di indonesia. Pertama kali pelaku toko emas itu orang asing," ucal Sabilul di Mapolresta Tangerang.

Hal serupa juga diterangkan Kasatreksrim Polresta Tangerang, AKP Gogo Galesung, di mana pencurian tersebut baru pertama kali terjadi di Indonesia.

"Kalau kasus penyelundupan narkoba, barang ilegal dan lainnya oleh warga asing sudah sering. Tapi kalau perampokan toko emas itu baru pertama kali," ungkap Gogo.

7. Pelaku beraksi kembali di Malaysia

Ternyata keduanya tidak puas dengan hasil jarahannya di Indonesia dan nekat melakukan hal yang sama di tanah kelahiran mereka di Malaysia.

Sebab pada tanggal 28 dan 29 Juni 2019 keduanya melakukan aksi yang sama di kawasan Kuala Lumpur dan Pahang.

"Keduanya diyakini telah melakukan hal serupa yakni perampokan toko emas di Malaysia," ungkap Sabilul.

Warga RT 04 Kelurahan Ciracas Bakal Gelar Festival Makanan

Dubes Sebut Rizieq Bisa Pulang Asal Bayar Denda, BPN Tak Sepakat: Umat Islam Patungan Sehari Selesai

Kerap Dikaitkan dengan Penyakit Mendiang Olga Syahputra, Raffi Ahmad Resah: Jadi Takut & Kepikiran

Japota, Snack Kentang Terbaru Cocok Jadi Teman Ngemil Milenial

Pemkot Tangsel Bahas Peraturan Ketua RT dan RW Dapat BPJS Ketenagakerjaan

Sabilul meyakinkan bahwa keduanya kini sudah diamankan oleh kepolisian Malaysia dan mendekam di hotel prodeo Polisi Diraja Malaysia (PDRM).

Keduanya diamankan pada tanggal 2 Juli 2019 berdasarkan laporan yang dikumpulkan Polresta Tangerang dan PDRM.

Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara berdasarkan hukum yang berlaku di Malaysia.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved