Camat Kalideres Akan Beri Penjelasan ke Warga Soal Keberadaan Pengungsi Asal Timur Tengah

Ada yang kasihan dan ada pula yang khawatir para pencari suaka itu akan mengganggu ketertiban.

Camat Kalideres Akan Beri Penjelasan ke Warga Soal Keberadaan Pengungsi Asal Timur Tengah
TribunJakarta/Ega Alfreda
Para imigran berkumpul di emperan jalan depan gedung penampungan sementara di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat, Jumat (12/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Elga Hikari Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, KALIDERES - Camat Kalideres, Jakarta Barat, Naman Setiawan akan memberikan penjelasan kepada warganya terkait keberadaan pengungsi yang ditampung sementara di gedung eks Kodim 0503/JB di Jalan Bedugul, Kalideres.

Sebab, ia menyebut permasalahan pengungsi ini merupakan masalah kemanusiaan sehingga semua pihak merasa perlu ikut serta.

"Kami sudah berupaya berkoordinasi dengan warga dan hingga saat ini terus kami lakukan. Karena memang secara manusiawi ini tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah tapi masyarakat juga," kata Naman saat dikonfirmasi, Jumat (12/7/2019).

Naman tak menampik bahwa warga menanggapi beragam dengan keberadaan para pengungsi.

Ada yang kasihan dan ada pula yang khawatir para pencari suaka itu akan mengganggu ketertiban.

Sebab, bagi warga Kalideres, keberadaan pengungsi di wilayahnya bukanlah hal baru.

Sebelum mengemper di depan kantor UNHCR di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, para pengungsi itu sudah lebih dari setahun berada di emperan jalan di sekitar Kantor Rudenim Jakarta di Jalan Peta Selatan, Kalideres.

"Ya walau sampai saat ini mereka juga tidak menganggu tapi ya namanya karena banyak jumlah mereka, ditakutkan masyarakat itu," kata Naman.

Lebih lanjut, Naman mengatakan akan melakukan rapat kordinasi internal dengan beberapa jajaran Pemkot Jakarta Barat, TNI Polri dan UNHCR terkait permasalah ini.

Kabel di Sepanjang Jalan Raya Margonda Diputus Demi Wujudkan Depok Smart City

Update Kasus Ikan Asin: Barbie Sebut Suaminya Dijebak, Rey Utami Buat Laporan Kehilangan Kamera

Terindikasi Gunakan Ganja, Polisi Amankan Seorang Mahasiswa Fakultas Kesehatan Uhamka

Sedangkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban para pengungsi, pihaknya mengerahkan Satpol PP dibantu TNI Polri melakukan patroli penjagaan di gedung penampungan selama 24 jam penuh.

Termasuk, bakal menutup pintu gerbang gedung penampungan Pukul 21.00 WIB.

"Nah ini akan dilakukan rapat koordinasi, dengan jajaran TNI Polri, UNHCR dan jajaran lurah, membahasa evaluasi keberadan mereka dan keluhan masyarakat untuk mencari solusinya," kata Naman.

Penulis: Elga Hikari Putra
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved