Cerita Imigran Pencari Suaka, Trauma di Negara Sendiri Hingga Dapat Jodoh di Indonesia

Terpenting, ia bisa hidup tenang lantaran trauma dengan konflik yang terjadi di Afghanistan.

Cerita Imigran Pencari Suaka, Trauma di Negara Sendiri Hingga Dapat Jodoh di Indonesia
TribunJakarta/Elga Hikari Putra
Imigran asal Timur Tengah menempati gedung kosong di Kalideres, Jakarta Barat, Kamis (11/7/2019) 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Luntang lantung tanpa kepastian di negara orang menjadi hal yang pasti dirasakan para imigran pencari suaka.

Waktunya pun tak bisa ditentukan, bahkan bisa sampai bertahun-tahun.

Padahal mereka telah menjual seluruh harta bendanya yang dimiliki di negara asalnya sebelum memulai petualangan mengarungi belahan dunia.

Alasannya satu, mereka ingin mencari kehidupan yang damai dan tenang lantaran di negara asalnya tengah berlangsung konflik tak berkesudahan.

Begitulah yang dialami sekitar 1000 imigran atau pengungsi yang kini ditampung di gedung eks Kodim 0503/JB di Jalan Bedugul, Kalideres, Jakarta Barat.

Para imigran yang berada disini beragam. Untuk asal negaranya ada dari Afghanistan, Iran, Somalia Mali dan Sudan.

Mereka sejatinya tengah menunggu kepastian dari UNHCR lembaga PBB yang mengurus para pengungsi untuk membantunya mendapatkan suaka.

Salah seorang imigran di tempat ini yakni Abdul Wahab (32) asal Afghanistan.

Wahab telah pergi dari negaranya dan berada di Indonesia sejak tahun 2014 silam.

Empat tahun hidupnya dihabiskan di kawasan Bogor, Jawa Barat sebelum akhirnya ia hidup mengemper di depan Kantor Rudenim Jakarta di Kalideres dan pindah ke depan kantor UNHCR di Jalan Kebon Sirih beberapa pekan silam.

Halaman
1234
Penulis: MuhammadZulfikar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved