Dipindah ke Rusun Jatinegara Kaum karena Rumahnya Terbakar, Kakek Absir Takut Tak Kuat Naik Tangga

Terlebih pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan itu belum mendapat informasi ada atau tidaknya lift barang di Rusun Jatinegara Kaum.

Dipindah ke Rusun Jatinegara Kaum karena Rumahnya Terbakar, Kakek Absir Takut Tak Kuat Naik Tangga
TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA
Absir (69) bersama istrinya di posko pengungsian Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).  

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Absir (69), warga korban kebakaran di Jalan Cipinang Jaya I Kelurahan Cipinang Besar Selatan pada Sabtu (6/7/2019) lalu mulai hari ini jadi penghuni Rusun Jatinegara Kaum.

Meski senang, dia mengaku cemas menjalani hidup di lantai 5 Rusun Jatinegara Kaum yang disediakan Pemprov DKI bagi warga RT 10/RW 07 yang kehilangan rumahnya.

"Saya takut enggak kuat naik tangga, karena yang disediakan bagi warga korban kebakaran itu di lantai 5. Katanya enggak ada liftnya," kata Absir di Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (12/7/2019).

Terlebih pria yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh serabutan itu belum mendapat informasi ada atau tidaknya lift barang di Rusun Jatinegara Kaum.

Dia berharap Pemprov DKI memberi keringanan pada lansia sepertinya agar menepati unit kamar yang terletak di lantai dasar Rusun.

Absir (69) di posko pengungsian SDN 03/04 Cipinang Besar Selatan, Jumat (12/7/2019).
Absir (69) di posko pengungsian SDN 03/04 Cipinang Besar Selatan, Jumat (12/7/2019). (TRIBUNJAKARTA.COM/BIMA PUTRA)

"Yang saya tahu sih enggak ada lift, enggak tahu kalau lift barang. Takutnya setiap beli barang harus ngangkat dari lantai 1 ke lantai 5," ujarnya.

Kekhawatiran Absir kian bertambah karena sang istri yang kini sudah pikun atau menurutnya tak mengerti dipindah ke Rusun Jatinegara Kaum.

Absir menyebut istrinya hanya mengerti rumah beserta seluruh harta bendanya jadi abu dilalap api, namun tak mengerti harus pindah ke Rusun.

"Istri saya sudah enggak ngerti apa-apa, sudah pikun. Takutnya dia keluar Rusun terus kenapa-kenapa, kalau di sini kan sudah lama. Orang sudah pada kenal semua," tuturnya.

Kalau pun tetap ditempatkan di lantai 5, kakek dari lima cucu ini berharap anak dan menantunya menghuni unit kamar di sampingnya.

Pasalnya penempatan unit kamar bagi sekitar 20 kepala keluarga (KK) yang mengajukan dipindah ke Rusun ditentukan lewat undian.

"Saya sudah bilang ke anak saya sih untuk ngomong ke pak RT biar kamar kita nanti bersebelahan. Kan mengajukan diri pindah ke Rusunnta lewat pak RT," kata Absir.

Penulis: Bima Putra
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved