Ini Strategi Alfamart Tetap Bertahan dan Mengembangkan Bisnisnya Online Juga Offline

Nur juga memaparkan, Alfamart mulai melirik pasar luar pulau Jawa yang dinilai memiliki potensi di beberapa wilayah.

Ini Strategi Alfamart Tetap Bertahan dan Mengembangkan Bisnisnya Online Juga Offline
TRIBUN/GANI KURNIAWAN
Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh melayani pembeli pada Hari Pelanggan Nasional di Gerai Alfamart, Jalan Supratman, Kota Bandung, Jumat (4/9/2015). Pada acara tersebut juga diserahkan satu unit Avanza kepada Lina Yulianti pemenang program Ambipur Photo Contest. Kegiatan ini bertujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan pelanggan, sekaligus memotivasi karyawan agar memiliki spirit cerdas dan peduli dalam memberikan pelayanan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Jaisy Rahman Tohir

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Bukan hal yang mudah bertahan dan terus berkembang di industri ritel makanan Indonesia.

Terpaan digitalisasi dan prilaku konsumen yang mulai berubah sering disebut-sebut sebagai faktor utama.

Alfamart adalah salah satu ritel yang terus berkembang dengan sebaran mini market yang terus bertambah setiap tahunnya.

General Manager Corporate Communication PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. Nur Rachman, memaparkan setidaknya ada dua strategi, hasil pembahasan rapat umum pemegang saham (RUPS) 2019 untuk pergerakan Alfamart ke depannya.

Pertama adalah strategi offline, dengan menambah toko dengan lebih selektif melihat potensinya.

Nur juga memaparkan, Alfamart mulai melirik pasar luar pulau Jawa yang dinilai memiliki potensi di beberapa wilayah.

"Alfamart akan terus menambah toko, tapi akan selektif. Tahun 2018 kemarin tidak seagresif tahun-tahun sebelumnya, pun dengan tahun ini. Tahun ini akan lebih ementingkan kualitas dibanding kuantitas. Membuka toko baru sangat menimbangkan potensi. Untuk saat ini memang Jawa paling banyak, tapi luar Jawa potensinya masih terbuka luas," kata Nur kepada TribunJakarta.com, melaui pesan singkat, Jumat (12/7/2019).

4 Bulan Terapkan KPTG, Alfamart Klaim Turunkan Penggunaan 27.000 Lembar Plastik Per Toko

Selain strategi offline dengan perluasan pembukaan toko baru, Nur juga mengatakan Alfamart selalu melihat perubahan prilaku konsumen.

Salah satunya adalah prilaku digital yang disambut Alfamart dengan membuat aplikasi untuk belanja secara online.

"Masyakarakat kini mencari pengalaman baru dalam berbelanja. Alfamart juga dituntut untuk mengikuti perkembangan. Alfamart punya channel digital, yakni Alfacart. Setelah ini akan dilaunching juga versi terbaru aplikasi Alfagift. Di sana pengguna bisa melakukan transaksi yang dengan aktivasi-aktivasi yang interaktif pula. Data pelanggan akan digunakan untuk memberikan program- program yang personal pula," paparnya.

Terlebih, mini market berlambang lebah madu itu juga bekerja sama dengan e-commerce yang sudah ada untuk lebih banyak menjaring pembeli.

"Kami memanfaatkan e-commerce yang sudah ada. Berkolaborasi dengan blibli, dengan Gojek, kita enggak bisa hindari perkembangan dunia digital," jelasnya.

Penulis: Jaisy Rahman Tohir
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved