Kasus Pembunuhan Hilarius, Kapolres Metro Jakarta Utara Sebut Ada Kelemahan Pengamanan Ancol

Penusukan itu terjadi usai adanya pesta minuman keras (miras) yang dilakukan pelaku, korban, dan teman-temannya.

Kasus Pembunuhan Hilarius, Kapolres Metro Jakarta Utara Sebut Ada Kelemahan Pengamanan Ancol
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Budhi Herdi Susianto saat memberikan keterangan di pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/7/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PADEMANGAN - Polisi menilai ada beberapa kelemahan pada pengamanan di Ancol Taman Impian terkait kasus penusukan Hilarius Ladja pada Minggu (30/6/2019) lalu.

Penusukan itu terjadi usai adanya pesta minuman keras (miras) yang dilakukan pelaku, korban, dan teman-temannya.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto menuturkan polisi sudah memintai keterangan pihak Ancol soal keberadaan minuman keras.

Minuman keras yang dikonsumsi pada saat kejadian dipastikan dibawa dari luar Ancol.

"Jadi dari Ancol sendiri sudah menyampaikan kepada kami bahwa mereka tidak menjual, karena memang tadi ini adalah tempat wisata dan banyak keluarga serta anak-anak yang hadir di sini," kata Budhi usai rekonstruksi pembunuhan Hilarius di pantai Ancol, Jakarta Utara, Jumat (12/7/2019).

Rekonstruksi Pembunuhan Hilarius Jadi Tontonan Pengunjung Ancol

Budhi menyebut ada beberapa kelemahan pengawasan keamanan di Ancol yang menjadi perhatian pihak kepolisian.

Polisi nantinya akan mengevaluasi keamanan di Ancol dan memberikan masukan guna mengantisipasi tindak pidana di kawasan wisata itu.

"Ada beberapa kelemahan atau pintu atau kebocoran yang mungkin bisa saja menjadi pintu masuk mereka. Nah ini tentunya menjadi perhatian kita," ucap Budhi.

"Khususnya terkait dengan adanya pelanggaran seperti mabuk-mabukan ataupun penggunaan narkotika dan barang berbahaya," imbuh dia.

Ke depan, lanjut Budhi, Polres Metro Jakarta Utara juga akan menguatkan sinergitas terkait dengan pengamanan di Ancol.

Polisi siap diminati bantuan apabila pihak Ancol merasa kekurangan personel dalam hal pengamanan.

"Maksudnya kalau mereka memang membutuhkan bantuan maupun kekurangan personilnya, ya sama-sama, karena polisi kan juga tidak banyak jumlahnya, kita masih kekurangan juga. Sehingga kalau kita sinergikan, petugas pengamanan dari Ancol maupun dari kami mudah-mudahan akan lebih baik lagi," kata Budhi.

Penulis: Gerald Leonardo Agustino
Editor: Wahyu Aji
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved