Ibadah Haji 2019

Kedaluwarsa Katering Asrama Haji Hanya 5 Jam, Produksi Makanan Harus Cermat Perhitungkan Waktu

Kedaluwarsa makanan yang disajikan untuk jemaah calon haji selama berada di asrama haji hanya 5 jam setelah dimasak

Kedaluwarsa Katering Asrama Haji Hanya 5 Jam, Produksi Makanan Harus Cermat Perhitungkan Waktu
TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Dapur produksi Katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi di Jalan Kemakmuran Kota Bekasi. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN - Kedaluwarsa makanan yang disajikan untuk jemaah calon haji selama berada di asrama haji hanya 5 jam setelah dimasak.

Penyediaan katering harus cermat memperhitungkan waktu produksi dengan kedatangan jemaah.

Yuniati Sekar selaku Project Manajer CV Cipta Sarina Vidi, pihak penyedia katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi mengatakan, kendala utama yang dihadapi ialah keterlambatan tiba calon jemaah haji yang kadang sulit diprediksi akibat faktor kemacetan atau kendala diperjalanan.

"Kita masak sesuai jadwal kedatangan, kita sesuaikan proses produksi jangan sampai jemaah belum tiba makanan sudah siap, karena waktu kedaluwarsa hanya 5 jam setelah dimasak," kata Yuniati di Bekasi, Jumat (12/7/2019).

Kendala keterlambatan jemaah sempat berimbas pada katering makanan, saat itu kloter 8 dijadwalkan tiba pukul 20.35 WIB, namun karena faktor kemacetan, jemaah baru tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi pukul 01.30 WIB.

"Otomatis expired kita udah lebih 5 jam, jadi kita kasih snack pas jemaah kloter 8 tiba, tapi kita tetep gantikan jatah makan malam menjadi makan pagi, makanan itu sudah siap tinggal makan tapi karena sudah expired kita buang," jelas dia.

Selain itu, standar jaminan kesehatan makanan juga selalu harus melalui sample tes sebelum diberikan ke jemaah.

"Makanan yang sudah jadi kita siapkan ada tes organoletik dari rasa, tekstur, tim kesehatan biasanya mereka nyicip juga. Selama 24 jam ga kita buang, kalau terjadi sesuatu kita punya sampel utk diuji di lab. Setiap makanan yang kita sajikan pasti ada sampelnya. Jadi pas disini (sample tes) enggak lolos uji kepedesan misalnya, kita ganti menu," terang dia.

Anies Baswedan Ditemani Asisten Pembangunan Pemprov DKI dan Anggota TGUPP saat ke Kolumbia dan AS

Polisi Amankan Seorang Mahasiswa Uhamka yang Terindikasi Positif Gunakan Ganja

Selama di asrama, jemaah akan mendapatkan tiga kali makan berat dan dua kalu makanan ringan atau snack.

Dalam satu hari, hilir mudik jemaah yang tiba di asrama dapat menampung empat kloter dengan jumlah masing-masing sebanyak 410 orang.

Menu yang disajikan kata dia beragam, mulai dari makanan berat seperti ayam, telur, sayur, ditambah makanan ringan seperti roti, brownies, kroket, donat.

"Satu kloter itu membutuhkan beras sekitar 1 sak atau 40 kilo, kecuali beras kita datangkan dari Yogya, bahan baku makanan lainnya kita beli dari Bekasi," jelas dia.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved