Lapas Minim Pengamanan di Tangerang Mulai Diisi Warga Binaan

Ia menerangkan, Lapas terbuka dengan minimum security tersebut sengaja dibangun untuk WBP yang telah menjalani 3/4 masa tahanannya

Lapas Minim Pengamanan di Tangerang Mulai Diisi Warga Binaan
TribunJakarta.com/Ega Alfreda
Lapas Ciangir Tangerang yang baru berusia satu tahun menjadi lapas kawasan Agrowisata di Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/6/2019). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, LEGOK - Sebanyak 200 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Tangerang dan Jakarta  segera mengisi Lapas Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.

Kepala Kanwil Kementerian Hukum dan Ham Provinsi Banten, Imam Suyudi mengatakan, per hari ini sudah ada 30 WBP yang mengisi Lapas Ciangir.

Sama seperti hak WBP yang lain, WBP yang terpilih menjalani masa hukuman di Ciangir juga punya hak remisi, bebas bersyarat dan lainnya.

"Pasti ada hak remisi, pembebasan bersyarat juga sudah dilakukan disini. Kapasitas sementara baru untuk 200 WBP, tahap tahap awal. Kedepan akan ditambah kapasitasnya, hari ini baru akan masuk 30 WBP dari Tangerang," ucapnya di Kabupaten Tangerang, Jumat (12/7/2019).

Ia menerangkan, Lapas terbuka dengan minimum security tersebut sengaja dibangun untuk WBP yang telah menjalani 3/4 masa tahanannya.

Lembaga pemasyarakatan tersebut memang minim pengamanan karena tidak dilengkapi pagar

Selain itu, Lapas yang dibangun di atas 30 hektare hibah dari Pemprov DKI Jakarta itu juga diperuntukan untuk mengurangi kelebihan kapasitas Lapas yang terjadi hampir di seluruh lapas.

"WBP yang akan ditempatkan di sini harus lulus beberapa asassement oleh Bapas dan tim psikologi. Melihat berbagai hal, termasuk dari asepk keamanan, jika sesuai dengan penilaian akan ditempatkan di sini," ujar Imam.

Lapas Ciangir juga diprogramkan untuk pendidikan WBP tentang produksi pertanian, perikanan dan peternakan yang akan dilakukan di lingkungan warga dan Lapas.

Dalam Sehari, Pemprov DKI Siapkan 2.200 Porsi Makanan untuk Para Pencari Suaka

VIDEO Grafiti di RPTRA Gondangdia yang Instagramable

Hal itu, sambung Imam, agar warga binaan yang akan habis masa tahanannya langsung dapat berbaur dengan masyarakat dan mempunyai keterampilan dibidang pertanian.

"Kita kelola Lapas secara produktif, kita ingin ada pertanian hortikultura, peternakan unggas dan pembesaran Ikan air tawar yang semuanya dikelola WBP dan masyarakat sekitar Ciangir," diterangkan Imam.

Dikesempatan yang sama Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar mendukung keberadaan Lapas di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang.

Pihaknya justru berharap, keberadaan Lapas bisa meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar terutama warga Legok.

"Karena konsepnya bukan Lapas dengan tingkat keamanan tinggi. Tapi banyak BLK (balai latihan kerja) yang bisa digunakan masyarakat sekitar untuk pertanian, peternakan, bahkan untuk industri ke depan. Asrama bagi warga binaan juga lebih baik dari Lapas yang ada. Mudah-mudahan ini menjadi pusat hortikultura di Selatan Kabupaten Tangerang," kata Zaki.

Penulis: Ega Alfreda
Editor: Muhammad Zulfikar
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved