Ibadah Haji 2019

Melihat Kesibukan Dapur Katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi

"Satu kloter itu membutuhkan beras sekitar 1 sak atau 40 kilo, kecuali beras kita datangkan dari Yogya, bahan baku makanan lainnya kita beli,"katanya

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI SELATAN- Salah satu fasilitas utama yang diterima jemaah calon haji ketika tiba di Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jalan Kemakmuran, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi yakni ketersediaan makanan selama menginap.

Selama di asrama, jemaah akan mendapatkan tiga kali makan berat dan dua kalu makanan ringan atau snack. Dalam satu hari, hilir mudik jemaah yang tiba di asrama dapat menampung empat kloter dengan jumlah masing-masing sebanyak 410 orang.

TribunJakart.com mencoba melihat langsung kesibukan daput katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi, ratusan juru masak dieperjakan untuk memenuhi kebutuhan makanan selama kurang lebih satu bulan proses pemberangkatan jemaah calon haji.

Hawa panas langsung terasa ketika memasuki dapur produksi katering, terlihat pekerja tengah sibuk mempersiapkan makanan mulai dari makanan snack hingga makanan berat untuk jemaah.

"Ada 106 pekerja, proses penyajian makanan kita sesuikan dengan waktu tiba jemaah, tapi rata-rata untuk pekerja kita bagi ke dalam dua shift," kata Yuniati Sekar selaku Project Manajer CV Cipta Sarina Vidi pihak penyedia katering Asrama Haji Embarkasi Bekasi, Jumat (12/7/2019).

Para pekerja ini kata Yuniati didatangkan dari berbagai daerah seperti, Cianjur, Pangandara, dan Bekasi. Sebelum direkrut, pihak perushaan katering wajib memastikan tes kesehatan bagi para juru masak agar makanan untuk jemaah haji terjamin kesehatannya.

"Tenaga musiman mereka, tapi kita tetap ada personel kaya yang tetap dari perusahaan. Jadi mereka cuma musim haji ini aja kita rekrut, Kebetulan mereka sebagian besar sudah terbiasa ikut pas ada proyek haji ini," ujarnya.

Menu yang disajikan kata dia beragam, mulai dari makanan berat seperti ayam, telur, sayur, ditambah makanan ringan seperti roti, brownies, kroket, donat.

Cegah Kebakaran, Permukiman Padat Penduduk Perlu Dilengkapi Hidran Mandiri

Sempat Tidur di Trotoar, Pengungsi Keluhkan Demam dan Masalah Pencernaan

Gedung Reot SDN Rawa Buntu 3 Mulai Direnovasi, 345 Murid Terpaksa Masuk Siang

"Satu kloter itu membutuhkan beras sekitar 1 sak atau 40 kilo, kecuali beras kita datangkan dari Yogya, bahan baku makanan lainnya kita beli dari Bekasi," jelas dia.

Tahun ini kata dia, jadwal kedatangan jemaah haji terbilang cukup renggang anatara kloter satu dengan kloter lainnya. Hal ini memperngaruhi proses produksi makanan yang disiapkan untuk para jemaah.

"Alhamdulillah jadwal normal. Kalau tahun kemaren jeda antar kedatangan jemaah mepet karena ada tes biometrik, jadi petugas dapurnya juga agak keteteran. Lebih enak sekarang, nyaman," ujarnya.

Penulis: Yusuf Bachtiar
Editor: Erik Sinaga
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved